• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jogja
Home » Seleb

Ully Artha Meninggal Dunia

Minggu, 16 Juni 2013 19:42 WIB

Ully Artha Meninggal Dunia
Ully Artha.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Taruli Artha Sortiana Pangaribuan atau yang akrab disapa Ully Artha tutup usia pada Minggu (16/6/2013) pukul 16.45 di ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Ully meninggal di usia 59 tahun karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

"Meninggal pada pukul 16.45 tadi," ungkap salah seorang petugas rumah duka.

Jenazah baru tiba di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto pukul 18.25. Petugas belum bisa memastikan bahwa jenazah akan dimandikan di RSPAD atau rumah dukanya di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

"Tergantung keluarganya apa mau dimandiin di sini atau tidak. Keluarganya masih mengurus surat-suratnya," tambahnnya

Kabar meninggalnya Ully Artha membuat banyak orang terkaget-kaget. Obrolan bernada tak percaya pun merebak di Twitter, menanyakan kebenaran kabar tersebut. "Benarkah actress senior kita Uli Artha meninggal dunia? Ada yang bisa kasih jawaban berita ini... Inalillahi...," tulis sebuah akun Twitter.

Aktris kelahiran 17 Oktober 1953 itu mengawali karier sebagai pemain drama di TVRI tahun 1970-an. Setelah itu, Ully juga pernah menjajal dunia model dan catwalk, namun Ully tetap setia dengan seni peran.

Dengan gelar `Miss Teenager Metropolitan' (1970), membuatnya diincar oleh produser Tati & Son untuk bermain dalam film Tjisadane (1971). Beberapa kali Ully berhasil mendapat nominasi dalam ajang FFI antara lain Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), dan Potret (1991).

Namanya semakin di kenal setelah bermain dalam film Kembang-Kembang Plastik (1977) karya Wim Umboh. Dalam film tersebut Ully berpasangan dengan aktor Roy Marten. Selanjutnya bermain dalam film Satu Malam Dua Cinta (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985), Keluarga Markum (1986), Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988), Semua Sayang Kamu (1989), Turangga (1990), Potret (1991), dll.

Setelah industri film Indonesia 'pingsan', Ully bergabung dengan rumah produksi Multivision Plus, SinemArt, maupun MD Entertainment dan telah membintangi banyak sinetron yang cukup sukses di antaranya adalah "Buku Harian" (bersama Elma Theana, Desy Ratnasari dan Didi Petet), "Janjiku" (bersama dengan Paramitha Rusady) dan "Mama", sebuah sinetron komedi situasi yang naskahnya juga ditulis oleh Ully. Dalam Festival Sinetron Indonesia 1996, namanya masuk dalam unggulan sebagai pemeran utama wanita jenis komedi dalam Suami-Suami Takut Isteri, pada tahun sebelumnya, Ully meraih unggulan untuk pemeran pembantu wanita untuk Miniseri Pakaian dan Kepalsuan arahan Teguh Karya.

Semakin bertambah usia tak menghambatnya untuk tetap produktif. Hal ini dibuktikan sendiri dengan membintangi film Jagad X Code (2009) dan Bebek Belur (2010).

Hingga saat ini, pihak keluarga yang masih dirundung duka belum bersedia memberikan kata-kata. (*)
Editor: wid
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
Facebook Connect
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas