A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pejabat di Bangka Belitung Pukul Pramugari Gara-gara Diminta Matikan Ponsel - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jogja

Pejabat di Bangka Belitung Pukul Pramugari Gara-gara Diminta Matikan Ponsel

Kamis, 6 Juni 2013 14:12 WIB
Pejabat di Bangka Belitung Pukul Pramugari Gara-gara Diminta Matikan Ponsel
net
ilustrasi
TRIBUNJOGJA.COM - Febriyani, pramugari maskapai penerbangan Sriwijaya melaporkan tindak penganiayaan yang dilakukan oleh Zakaria Umarhadi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Daerah Propinsi Bangka-Belitung ke Polsek Pangkalanbaru, Bangka, Rabu (5/6/2013) pukul 20.00.

Saat ditemui wartawan di Bandara Depati Amir, Bangka, pramugari yang akrab disapa Febby ini mengaku dua kali dipukul oleh Zakaria. Pemukulan tersebut diduga karena Zakaria tidak terima ditegur supaya mematikan ponselnya di dalam pesawat yang hendak take-off.

"Sebelum saya menegur, rekan sesama pramugari lainnya juga sudah menegur. Karena saat itu pesawat sudah siap untuk terbang dari Jakarta menuju Pangkalpinang. Tapi saat saya menegur dengan bahasa yang menurut saya sudah sopan, bapak-bapak yang belakangan pejabat di Propinsi Bangka Belitung itu malah marah-marah. Bahasanya kasar dan tidak sopan," tutur Febriyani.

Saat pesawat dengan nomor penerbangan SJ 078 mendarat di Pangkalpinang lebih kurang pukul 19.30, Febriyani yang merasa sudah tidak ada masalah lagi, mendadak dipukul dari samping. Pesawat itu merupakan penerbangan terakhir dari Jakarta-Pangkalpinang.

"Saya dipukul menggunakan koran yang digulung, yang ukurannya hampir sama dengan kepalan tangan. Sesudah dipukul pertama kali, saya mencoba lari. Tapi dikejar lalu didorong. Setelah itu saya dipukul lagi. Pukulan itu mengenai telinga dan ada bekas memarnya di balik telinga," kata Febriyani, yang semalam menjalani pemeriksaan hingga pukul 01.00.

Diperoleh informasi, Zakaria yang juga dimintai keterangan oleh polisi di saat yang sama, mengaku bahwa pihaknya sudah diperlakukan tidak sopan sebagai penumpang.

"Saya ini kan penumpang, saya ini beli tiket pakai uang, dan seharusnya penumpang itu adalah raja," ujar seorang petugas di Polsek Pangkalanbaru, mengutip keterangan Zakaria.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak maskapai Sriwijaya dan Zakaria. Sementara, itu Febriyani dikabarkan sudah tiba kembali di Jakarta, Kamis (6/6/2013) pagi.(*)
Editor: evn
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas