Bekas Stasiun Purwokerto Timur Bakal Dibangun Mal

Nantinya lahan bekas stasiun yang berada di depan kantor Daop 5 ini akan digunakan sebagai pusat bisnis atau mal.



Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto bersama PT KA Property Manajemen segera menertibkan lahan seluas 5.550 meter pesegi yang berada di sisi utara  jalan Kolonel Sugiono, Kranji, Purwokerto Timur. Nantinya lahan bekas stasiun yang berada di depan kantor Daop 5 ini akan digunakan sebagai pusat bisnis atau mal.

"Pengembangan kawasan stasiun Purwokerto Timur ini akan dilaksanakan oleh PT KA Property Manajemen yang merupakan anak perusahaan PT KAI," kata Manajer Humas Daop 5, Surono, Selasa (28/5/2013).

Menurut dia saat ini lahan tersebut ditempati 38 penghuni merupakan bagian dari area eks emplasemen Stasiun Purwokerto Timur yang luas keseluruhannya mencapai 40.500 meter pesegi. Lahan ini dibatasi jalan Jenderal Sudirman di sebelah utara , jalan Kolonel Sugiono disebelah selatan hingga perempatan Palma sebelah barat.

Ditambahkan Surono, PT KAI sudah melakukan sosialisasi dan pendataan. Menurutnya, seluruh penghuni lahan milik PT KAI ini sepakat membongkar bangunan miliknya dan menyerahkan kembali lahan tersebut kepada PT KAI.

PT KAI dan PT KAPM  memberikan sumbangan biaya bongkar dan pindah kepada semua penghuni sesuai luas lahan dan jenis bangunan yang ditempati. Besaran biaya bongkar dan pindah ini ditetapkan sebesar Rp. 250.000. per meter pesegi untuk bangunan permanen, dan Rp. 200.000 per meter pesegi untuk semi permanen.

"Pembayaran biaya bongkar dan pindah dilakukan Senin (27/5/2013) kepada seluruh penghuni melalui mekanisme  transfer," lanjutnya.

Total biaya yang dikeluarkan oleh PT KAPM untuk biaya bongkar dan pindah mencapai Rp 600 juta. Besaran biaya bongkar dan pindah yang diterima warga bervariasi dari Rp 780.000. yang terkecil sampai Rp 75 juta, tergantung luas dan jenis bangunannya.

Setelah menerima biaya pindah dan bongkar  penghuni diberi waktu untuk melakukan pembongkaran bangunan miliknya  sampai akhhir Juni 2013. Sesuai kesepakatan, apabila biaya bongkar dan pindah telah diterima penghuni dan sampai batas akhir pembongkaran pemilik tidak membongkar sendiri  bangunannya maka pihak PT KAI dan PT KAPM akan melakukan pembongkaran.

Disamping sejumlah bangunan milik warga yang berada di lahan milik PT KAI ini, juga termasuk di dalamnya lima bangunan rumah dinas seluas 377 meter pesegi yang merupakan aset milikPT KAI akan ikut dibongkar untuk keperluan pengembangan area  eks emplasemen Purwokerto Timur. (*)
Editor: evn
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved