Sheraton Gelar Workshop Antisipasi Teror Bom
Pihak hotel terus berbenah memodernkan sisi sekuriti, baik di alat maupun sumber daya manusianya.
Penulis: tea | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pihak hotel terus berbenah memodernkan sisi sekuriti, baik di alat maupun sumber daya manusianya.
Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa melakukan pengenalan dan pengembangan keterampilan dalam menangani terror bom maupun teror yang mengancam hidup tamu serta seluruh karyawan hotel.
"Kami mengemas dengan pelatihan workshop mengenai Bomb Threat Training," ujar Khairul Anwar, Public Relations Coordinator Sheraton Hotels & Resorts, dalam rilis yang diterima Tribunjogja.com, Kamis (23/5/2013).
Perkembangan ancaman terorisme di Indonesia, lanjut Khairul, masih ada dan terus meluas di Bandung, Solo, Purwakarta dan Jakarta membuat pihak hotel terus berbenah memodernkan sisi sekuriti, baik di alat maupun sumber daya manusianya.
"Pengenalan dan pengembangan keterampilan dalam menangani terror bom maupun teror yang mengancam hidup tamu serta seluruh karyawan hotel," ujar Khairul.
Pelatihan mendatangkan tiga ahli khusus berpengalaman dari ‘Detasemen Gegana Sat Brimob Polda DIY’; yaitu Briptu Setiawan, Ipda Edi dan Bripka Indro. Training diikuti lebih dari 50 karyawan dari segala lini departemen ini diisi dengan sesi mengenali sejak dini ancaman bom, tindakan awal bila ada benda mencurigakan dan membahayakan, pengenalan bahan peledak dan efeknya.
"Penanganan teror via telepon dan surat, prosedur pengecekan kendaraan dan barang, serta sesi pelatihan khusus bagi para satuan keamanan Security Department internal hotel," ucapnya.
Training yang dirangkum secara padat-interaktif ini ke depannya akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan demi memajukan tingkat keamanan hotel dan kewaspadaan pada tindak terorisme. Audit mengenai sistem keamanan hotel baik di bangunan maupun keseluruhan area, dilakukan secara rutin, langsung oleh pihak Starwood Hotels & Resorts regional Indonesia divisi security. (*)