• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jogja

Jamu dan Lulur, Rahasia Cantik Para Putri Keraton

Selasa, 21 Mei 2013 20:42 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Kisah-kisah dongeng kerajaan atau sejarah selalu mengungkap perempuan-perempuan bangsawan memiliki kecantikan tak berbanding. Cantik, harum, kulit halus dan bersih, adalah beberapa ciri-ciri yang sering digunakan untuk menggambarkan kecantikan para putri di kerajaan-kerajaan kita. Apa rahasia para putri-putri zaman kerajaan atau yang bisa kita katakan, leluhur kita itu?

Dalam buku Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik keluaran Trubus mengungkap, ramuan alami sudah digunakan oleh bangsa Indonesia untuk kesehatan dan kecantikan setidaknya ratusan tahun silam. Yang tercatat, salah satunya adalah Serat Centhini (1814), yang berisikan ramuan-ramuan jamu.

Dalam buku tersebut diceritakan bahwa literatur yang ditemukan mengenai cara hidup bangsa kita sejak dulu sudah mengandalkan rempah dan herbal untuk menjaga kesehatan serta kecantikan. Yang paling banyak catatan mengenai penggunaan bahan alami ini untuk kecantikan adalah kehidupan keraton, salah satunya jampi dari Kerajaan Mataram, sekarang Yogyakarta tahun 1.700-an. Ditemukan di dalamnya sekitar 3.000 resep jamu.

Menurut sejarah yang tercatat oleh Taman Djamoe Indonesia milik PT Nyonya Meneer, jamu sudah membudaya sejak periode kerajaan Hindu-Jawa. Prasasati Madhawapura dari zaman Majapahit sudah menuliskan adanya profesi peracik jamu, yang disebut Acaraki.

Sisi, Beauty Assistant di Taman Djamoe Indonesia mengatakan cara pembuatan jamu sudah terlukis pada dinding candi Hindu dan Budha, seperti pada candi Borobudur, Prambanan, Penataran, dan Sukuh. Beberapa alat yang digunakan antara lain; lumpang, pipisan, dan ulesan untuk membuat dan meracik jamu dan herbal baik untuk kesehatan maupun kecantikan.

Beberapa perawatan kecantikan yang dikenal untuk menjaga kecantikan dari para putri antara lain; jamu, lulur (boreh), bedak dingin, tapel, pilis.

"Jamu merupakan cara menjaga dan merawat kecantikan dari dalam tubuh. Cara pembuatannya dengan direbus atau dirajang lalu diminum," ujar Sisi kepada Tribunjogja,com.

Sementara lulur, boreh, atau mangir, sebenarnya punya fungsi serupa, "Mangir digunakan untuk mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk, supaya kulit baru terlihat dan cantik, sekaligus untuk memutihkan dan mencerahkan. Biasanya dilakukan dua minggu sekali," jelas Sisi.

Biasanya, mangir berasal dari temu giring dan kunyit yang ditumbuk atau digiling, dibuat pasta, lalu dioleskan di atas kulit dan digosok untuk membantu angkat sel kulit mati.

Lulur, umumnya terbuat dari bubuk kopi, alpukat, bengkuang, wortel, teh hijau, dan lainnya. Sementara boreh, banyak kali ditemukan terbuat dari padi, gandum, dan tumbuhan lainnya. Tapel biasanya digunakan untuk wanita setelah melahirkan untuk membantu kulit perut kembali kencang, segar, dan sehat.

"Biasanya terbuat dari temu kunci, daun sirih, dan lemon. Pilis juga ditujukan untuk membantu ibu habis melahirkan lebih segar, biasanya campuran dari daun kencur dan daun belimbing wuluh yang sudah dihaluskan ini dilarutkan dalam air dalam bentuk pasta, kemudian dioleskan pada dahi," jelasnya.

Fungsinya, mengobati pusing, membantu menghilangkan kerut pada dahi, serta menjernihkan pandangan.

Bedak dingin biasanya digunakan untuk membantu membuat kulit merasa lebih nyaman, melindungi kulit dari efek sinar matahari, serta melindungi wajah. Terbuat dari beras, sari bengkuang, umbi rumput, teki, mawar, melati, dan pandan. (*)
Penulis: tea
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
308184 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas