Selasa, 28 Juli 2015

Jamu dan Lulur, Rahasia Cantik Para Putri Keraton

Selasa, 21 Mei 2013 20:42

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kisah-kisah dongeng kerajaan atau sejarah selalu mengungkap perempuan-perempuan bangsawan memiliki kecantikan tak berbanding. Cantik, harum, kulit halus dan bersih, adalah beberapa ciri-ciri yang sering digunakan untuk menggambarkan kecantikan para putri di kerajaan-kerajaan kita. Apa rahasia para putri-putri zaman kerajaan atau yang bisa kita katakan, leluhur kita itu?

Dalam buku Herbal Indonesia Berkhasiat, Bukti Ilmiah dan Cara Racik keluaran Trubus mengungkap, ramuan alami sudah digunakan oleh bangsa Indonesia untuk kesehatan dan kecantikan setidaknya ratusan tahun silam. Yang tercatat, salah satunya adalah Serat Centhini (1814), yang berisikan ramuan-ramuan jamu.

Dalam buku tersebut diceritakan bahwa literatur yang ditemukan mengenai cara hidup bangsa kita sejak dulu sudah mengandalkan rempah dan herbal untuk menjaga kesehatan serta kecantikan. Yang paling banyak catatan mengenai penggunaan bahan alami ini untuk kecantikan adalah kehidupan keraton, salah satunya jampi dari Kerajaan Mataram, sekarang Yogyakarta tahun 1.700-an. Ditemukan di dalamnya sekitar 3.000 resep jamu.

Menurut sejarah yang tercatat oleh Taman Djamoe Indonesia milik PT Nyonya Meneer, jamu sudah membudaya sejak periode kerajaan Hindu-Jawa. Prasasati Madhawapura dari zaman Majapahit sudah menuliskan adanya profesi peracik jamu, yang disebut Acaraki.

Sisi, Beauty Assistant di Taman Djamoe Indonesia mengatakan cara pembuatan jamu sudah terlukis pada dinding candi Hindu dan Budha, seperti pada candi Borobudur, Prambanan, Penataran, dan Sukuh. Beberapa alat yang digunakan antara lain; lumpang, pipisan, dan ulesan untuk membuat dan meracik jamu dan herbal baik untuk kesehatan maupun kecantikan.

Beberapa perawatan kecantikan yang dikenal untuk menjaga kecantikan dari para putri antara lain; jamu, lulur (boreh), bedak dingin, tapel, pilis.

"Jamu merupakan cara menjaga dan merawat kecantikan dari dalam tubuh. Cara pembuatannya dengan direbus atau dirajang lalu diminum," ujar Sisi kepada Tribunjogja,com.

Halaman12
Penulis: tea
Editor: wid
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas