A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Corak Agama Candi Tinjon Masih Misterius - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 31 Juli 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Sleman

Corak Agama Candi Tinjon Masih Misterius

Selasa, 21 Mei 2013 17:54 WIB
Corak Agama Candi Tinjon Masih Misterius
TRIBUNJOGJA.COM/MONA KRIESDINAR
Ekskavasi Candi Tinjon yang berada di Dusun Tinjon, Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN
- Terakhir kali dilakukan penelitian pada tahun 1989 silam oleh Suaka Peninggalan Sejarah Purbakala (BP3 Yogyakarta, Red), kini para arkeolog tengah melakukan penelitian kembali di lokasi Candi Tinjon yang berada di Dusun Tinjon, Madurejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Rencananya, tim ekskavasi akan bekerja hingga tanggal 22 Mei hari ini, setelah mereka melakukan penelitian sejak tanggal 13 Mei lalu.

Kepala Seksi Perlindungan, Pengembangan, dan Pemanfaatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Yogyakarta, Wahyu Astuti, menjelaskan, kepastian corak keagamaan yang menjadi latar belakang historis candi masih menjadi misteri. Hal itu terkait candi tersebut bercorak agama Hindu atau Budha. Namun lokasi candi yang berada di perbukitan seribu ini memang letaknya berdekatan dengan sejumlah candi Hindu, semisal Candi Ijo dan Candi Boko.

“Candi Tinjon ini belum diketahui dibangun pada saat penyebaran agama Hindu atau Budha,” jelasnya kepada Tribunjogja.com, Selasa (21/05/2013).

Dalam ekskavasi tersebut, pihaknya dibantu 10 mahasiswa arkeologi UGM, delapan orang dari BPCB serta lima orang warga sekitar. Mereka melakukan penggalian sedalam satu setengah meter untuk mengetahui pondasi candi. Penggalian dilakukan pada sembilan titik galian.

Temuan baru yang berhasil mereka peroleh dari penggalian itu antara lain sudut candi, denah serta luas ukuran candi yang mencapai 30 x 30 meter persegi dengan memanfaatkan perbukitan sebagai pondasinya. Diketahui pula adanya batu andesit yang menjadi batu penyusunnya namun dari mana asalnya, masih tetap menjadi misteri. (*)
Penulis: mon
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas