• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jogja
Home » Ekbis » Market

Sharp Akan Hentikan Produksi TV Tabung

Senin, 20 Mei 2013 15:36 WIB


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Melihat tren TV layar datar atau flat yang semakin melonjak, PT Sharp Electronics Indonesia (SEIN) akan menghentikan produksi TV tabungnya pada 2015 mendatang. Hal ini dilakukan seiring penjualan TV flat Sharp yang juga naik dari waktu ke waktu.

"Tren TV tabung menurun terus, sementara permintaan TV flat terus melonjak, karenanya kami berencana untuk menghentikan produksi TV tabung," ujar Branch Manager PT SEIN wilayah Yogyakarta, Sandy, Senin (20/5/2013).

Perkembangan teknologi di lini audio video yang terus canggih, lanjutnya, tidak terkejar oleh TV tabung, sehingga produk inipun semakin ditinggalkan. Terlebih, saat ini TV LED juga semakin terjangkau dan lebih hemat listrik dibandingkan TV tabung. "Banyak konsumen mulai beralih dari TV tabung ke LED," jelasnya.

Penghentian produksi TV tabung ini cukup beralasan melihat prospek penjualan TV flat yang semakin menanjak. Penjualan TV flat Sharp ini tercatat naik 125 persen dari posisi tahun sebelumnya. Kondisi ini juga didukung oleh prestasi Sharp yang menorehkan prestasi dengan memproduksi TV sebanyak 15 juta unit hingga Februari 2013 lalu. "Produksi TV hingga belasan juta unit ini membuktikan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap TV Sharp ini sangat tinggi," katanya.

Melihat perkembangan industri auvi yang semakin bagus, Sharp pun kini berencana untuk menggencarkan produk TV big size-nya. Hal ini selaras dengan upaya-upaya Sharp yang selama ini tampil beda dengan meluncurkan produk-produk layar besarnya hingga 90 inchi. "Melalui produk-produk ini, kami ingin memperbesar lagi market TV berukuran di atas 50 inchi," terangnya.(*)
Penulis: gya
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
306913 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas