• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jogja

Ketika Murid SD Lomba Pantomim

Rabu, 30 November -0001 00:00 WIB
Ketika Murid SD Lomba Pantomim
TRIBUNJOGJA/YUDHA KRISTIAWAN
Ekspresi murid SDN Bantul Timur siang ini disela-sela lomba pantomin, Selasa (14/5/2013)
SUASANA  beberapa ruang kelas di SDN Bantul Timur siang ini (14/5/2013) riuh. Di salah satu kelas terlihat belasan murid berpakaian bebas, dengan muka serba putih, bibir bergincu. Mereka mulai memeragakan beberapa ekspresi, sedih, takut, senang dan marah.

Salah satunya adalah Muhammad Dito Nanda Ramadan (9), siswa kelas 3 SD Muhammadiyah Senggotan, Kasihan, Bantul. Dito adalah satu dari 17 peserta lomba pantomim dalam festival seni sekolah dasar 2013 tingkat kabupaten.

Ia pun berdandan ala Charlie Chaplin, aktor pantomim tersohor dunia. Meskipun sudah dua kali ini mengikuti lomba serupa, Dito mengaku masih sulit berekspresi takut. "Paling susah ekspresi takut, kalau gembira, sedih masih gampang," ujarnya ditemui usai lomba.

Dito sebelumnya sudah berlatih kurang lebih selama dua bulan dengan dibimbing oleh seorang seniman pantomim dan teater, Wawan Sibob. Menurut Sibob, melatih pantomim ke anak seusia Dito memang tidak mudah. Diperlukan ketelatenan dan kesabaran yang tinggi.

"Pantomim itu tidak instan. Perlu proses yang panjang dan lama. Ekspresi, gesture dan imajinasi harus terus diolah dengan berlatih," ujarnya saat turut mendampingi Dito.

Lain halnya dengan Rifky Elsha, siswa kelas 4 SDN Sribit, Mulyodadi, Bambangliputo ini mengaku sedikit gugup, sebab baru pertamakali ia tampil sebagai seorang pantomim, yang memaksanya berdandan layaknya seorang badut. Meskipun sebenarnya, Rifky acap kali muncul di layar televisi daerah dalam acara dolanan anak. "Grogi sedikit tadi. Ceritanya tadi aku sedang bermain layang-layang," ujarnya.

Untuk mendalami cerita yang dibawakan, Rifky sengaja sering bermain layang-layang sebelum lomba. Hal itu ia lakukan agar imajinasi bermain layang-layang saat tampil dalam lomba sukses. "Kalau ngga main layang-layaang sendiri susah bayanginnya," kata bocah berbadan gempal ini.

Diwawancara terpisah, salah satu juri lomba pantomim, RR Erna Sulistiyarsi mengatakan, meskipun nomor pantomim ini baru kali pertama diadakan dalam festival seni siswa sekolah dasar tingkat kabupaten, namun bakat-bakat peserta dari perwakilan 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bantul sangat memukau.

"Semua peserta ini menunjukkan potensi jadi seorang pantomim yang bagus. Para peserta tampil penuh semangat, meskipun beberapa ada yang masih malu-malu," ujarnya.

Erna menambahkan, dalam festival ini ada enam jenis lomba yang diadakan yakni tari daerah, gambar bercerita pidato, nyanyi tunggal, pantomim, serta kriya anyam. "Selain itu ada 7 lomba lainnya diluar festival seni yang turut dilombakan, diantaranya lomba dongeng, cipta syair, pantun dan desain batik. Untuk 6 kategori lomba resmi festival seni, masing-masing pemenangnya akan mewakili Kabupaten Bantul maju ketingkat DIY," jelasnya. (Yudha Kristiawan)
Penulis: yud
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
301863 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas