Cantiknya Batik Sutera Transparan

Desainer asal Pekalongan, Najah Al Juhi mempersembahkan batik sebagai busana elegan dengan memanfaatkan bahan baku sutera.

Tayang:
Penulis: tea | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Desainer asal Pekalongan, Najah Al Juhi mempersembahkan batik sebagai busana elegan dengan memanfaatkan bahan baku sutera. Dalam peragaan busana Jogja Fashion Festival belum lama ini, Najah menampilkan enam koleksi terbarunya.

Terdiri dari gaun batik sutera, long dress batik tanpa lengan hingga baju muslim berupa gamis batik sutera. Dalam merancang busana-busana tersebut, pemilik brand Qonita Batik ini terinspirasi dari kekayaan Indonesia. Maka terus menerus karya-karyanya mengangkat batik sebagai warisan budaya Indonesia. Inovasi dalam proses pembuatan batik dengan mengusung teknologi modern dipadukan dengan motif kontemporer.

"Meski berinovasi, tapi tidak meninggalkan pakem batik itu sendiri, harapannya bisa menjadi daya tarik bagi  masyarakat pecinta batik," ujar Najah, Senin (13/5/2013).

Keindahan batik sutera transparan yang melayang dikombinasikan dengan material brokat, lace, dengan warna natural dipadu apik dengan manik-manik dan kristal. Desain dan cutting modern di atas batik sutra ditampilkan dengan cerdik oleh Najah dalam balutan modernitas cermin masyarakat cermin masyarakat urban.

Batik Qonita sendiri adalah sebuah home industri yang memiliki seni desain batik khas Pekalongan, memadukan antara desain klasik dan modern. Sebuah karya seni warisan leluhur yang dibuat oleh tenaga ahli yang memiliki jiwa seni dan kreativitas tinggi, serta diproduksi dengan menggunakan alat produksi perpaduan cara tradisional dan cara modern. Sehingga dapat menghasilkan suatu produk yang berkualitas, menarik, modis, dan sesuai dengan trend fashion masa kini tanpa meninggalkan corak yang asli.

Batik Qonita yang beralamat di Jalan Gajah Mada No.49 Pekalongan ini hadir dengan nuansa klasik dan modern. Prinsipnya dalam berkarya, lanjut Najah, sangat mengutamakan akan kualitas produk inovatif dalm kreasi serta pelayanan. Produknya meliputi batik tulis maupun batik cap untuk pria dan wanita, dengan bahan antara lain: sutera-sutera ATBM, sutera ATM, sutera Thai Silk, sutera Paris, katun, rayon dan viscose.

Najah telah mendirikan perusahaan yang khusus mengolah batik Pekalongan itu sejak tahun 1995. Selain batik dia juga memproduksi sekitar 400 outfit, dengan dua kategori busana, yakni kasual dan gaun untuk busana muslimah dan non-muslim. “Paduan kesan cantik dan etnik di dalamnya menjadi ciri khas saya,” tuturnya kepada Tribunjogja.com.

Qonita Batik sendiri sudah cukup terkenal dan punya cabang di berbagai kota besar. Disampaikannya, bahkan batik asal Pekalongan juga sudah menjajal pasar luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Australia, Arab Saudi, dan Kuwait.

“Kalau Qonita Batik Boutique lebih banyak menyasar ibu-ibu, saya ingin juga punya pelanggan dari kalangan remaja," ujarnya menegaskan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved