Smart Women

Terbiasa Terima Tamu Dadakan

Perempuan berdarah Jawa, ini tak hanya menghandle satu bidang saja sebagai marketing, tapi ia juga merangkap sebagai public relation

Tayang:
Penulis: tea | Editor: Rina Eviana Dewi

BERTEMU dengan sosok Stella Amirta (27) jauh dari kesan mewah dan glamour. Hal itu ditampilkan dari cara berbusana dan berpenampilannya saat bekerja. Berbalut busana batik sebagai outfit dengan terusan one shoulder yang membuat Stella sapaannya, pagi itu terlihat cerah dan bersemangat.

Meski berprofesi sebagai Marketing Communications Manager di Hotel Tentrem Yogyakarta, Stella tidak suka berdandan glamour,  hanya bedak, lipstik dan eyeshadow yang dipoleskan tipis pada wajahnya.

Perempuan berdarah Jawa, ini tak hanya menghandle satu bidang saja sebagai marketing, tapi ia juga merangkap sebagai public relation di hotel milik pengusaha Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Menghandle sebuah hotel bintang lima tentu saja memiliki tuntutan dan tekanan tinggi. Bukan hanya perihal penampilan dan kecantikan saja, namun lebih kecerdasan dan berpembawaan diri yang menarik. Stella juga dituntut untuk mampu menjalin relasi dengan publik.

"Jam 08.00 pagi aku harus sudah sampai di kantor, dan harus punya agenda pasti apa saja yang harus dikerjakan.  Tapi sering juga menerima tamu dadakan, jadi aku harus selalu siap," ucap Stella saat berbincang kepada Tribun Jogja, di lounge Hotel Tentrem Jl. AM. Sangaji No. 72 Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Stella bergabung dengan Hotel Tentrem sejak Agustus 2011, bahkan jauh sebelum hotel berdiri, ia sudah berada dalam jajaran manajemen. Tugasnya bukan hanya berkaitan dengan dunia publik saja, melainkan juga harus mengetahui berbagai hal soal property yang dipakai hotel. Dia juga andil untuk sharing ide mengenai konstruksi, desain ruangan, ataupun media komunikasi yang dipakai oleh hotel tersebut.

Tepatnya pada Januari 2013, hotel dengan 274 kamar yang berlokasi di tengah kota Yogyakarta dengan sentuhan modern dan paduan tradisional Jawa itu beroperasi.
"Jarang sih ada PR (public relation-red) yang ikut dalam tahap pembangunan gedung, itu sudah menjadi satu point tersendiri yang bisa aku tulis dalam CV, sebagai pengalaman bekerja," ujar perempuan berpotongan rambut pendek ini.

Bagi wanita kelahiran 6 Juli 1985 ini, tantangan melakoni profesinya ini adalah bukan cuma berpembawaan supel dan menarik saja, namun harus bisa menjaga brand hotel. Harus memiliki citra profesional, dan berpikir sesuai dengan filosofi dan visi misi hotel. Ia harus bisa memperkenalkan hotel Tentrem, hotel yang membawa perasaan tenang dan damai.  Tapi bukan cuma itu saja, prinsipnya hotel ini adalah berupaya mengangkat potensi lokal, pelestarian budaya, mulai dari signature brand hingga komponen-komponen brand yang berciri khas Indonesia. "Tantangannya disitu, tapi aku juga tidak terlalu kaku dengan aturan. Bisa ikut sharing ide, berkreasi untuk kemajuan hotel," ujar wanita yang hobi wisata kuliner ini.

Dengan tantangannya itu, Stella tak pernah khawatir. Karena lulusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sanata Dharma ini sudah memiliki pengalaman bekerja di hotel. Diawali tahun 2008, ia pernah menjabat sebagai Public Relation Officer Hyatt Regency Yogyakarta, pernah juga menjadi Public Relation Manager di Hotel Holiday Inn Bandung. Bagi Stella, pengalaman memang guru terbaik, itu yang membuatnya tak canggung lagi. Ia harus bisa mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) perusahaan, melakukan marketing plan, budgeting, dan branding promotion. "Kalau sudah full job, aku suka sampai malam. Tiap hari kadang jam 7-8 baru bisa pulang kerja," ucap cewek yang hobi nonton film di bioskop. (tea)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved