Jumat, 29 Mei 2015

Bergaya dengan American Style Ready to Wear

Selasa, 7 Mei 2013 14:26

Bergaya dengan American Style Ready to Wear
TRIBUNJOGJA/THERESIA TUTI ANDAYANI

TRIBUNJOGJA. COM, YOGYA - Wanita mendapat perlakuan istimewa dalam koleksi terbaru desainer Dana Rahardja. Dana memberikan sentuhan sangat feminin dalam balutan busana yang diperagakan 10 model pada pergelaran busana di Royal Ambarrukmo, belum lama ini.

Perancang asal Semarang ini memang selalu menghasilkan busana yang sedap dipandang mata. Dana memfokuskan rancangan pada busana-busana ready to wear, busana kasual berbahan dasar batik tulis dan cap dari Semarang, Pati, Pekalongan, Lasem, dan Madura yang dipadupadankan dengan tekstil lain. "Selain batik lasem, saya juga mengombinasikan dengan bahan katun yang mudah menyerap keringat," ujarnya kepada Tribun Jogja.

Ciri khas rancangannya adalah gayanya yang simpel, feminin, sedikit seksi, namun tetap elegan dan anggun. Desain busana-busana Dana Rahardja banyak dipengaruhi American Style yang simple, functional, dan timeless. "Busana seperti ini tepat dikenakan untuk sehari-hari, karena tak terlalu repot memakainya dan minim aplikasi," ujarnya.

Meskipun dunia fashion di Yogyakarta penuh dengan persaingan yang sangat ketat karena banyaknya desainer berkualitas, namun itu tidak menyurutkan Dana  untuk masuk ke pasar fashion Yogya. "Tekad saya sudah besar untuk serius masuk dan bersaing ke dalam dunia fashion Yogya," ujarnya.

Niatan itu didasari kenyataan pasar fashion di Semarang yang mengalami stagnasi terutama pasar fashion batik. Selain stagnasi batik di Semarang, Dana Raharja juga memandang Yogya lebih memiliki perhatian besar terhadap batik, di samping juga banyaknya tamu-tamu asing di Yogya yang juga memiliki apresiasi terhadap batik cukup besar.

"Saya memang ingin masuk ke Yogya karena pasar Semarang stag, terutama market batik. Saya mau masuk Yogya karena minat terhadap batik lebih banyak, orang asing lebih banyak, mereka apresiasi terhadap batik lebih besar daripada orang Semarang," terang Dana.

Perancang ini pun tidak merasa takut untuk bersaing dengan desainer Yogya lainnya, karena ia merasa mempunyai ciri khas sendiri, selera sendiri, dan pasti ada orang Yogya yang memiliki selera yang sama dengan dirinya.

Halaman12
Penulis: tea
Editor: evn
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas