Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jogja

Operasi Simpatik Progo 2013 Prioritaskan 3 Kecamatan

Senin, 6 Mei 2013 17:18 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
– Tiga wilayah kecamatan di Kulonprogo yang dilalui jalur jalan nasional selatan Jawa menjadi prioritas dalam Operasi Simpatik Progo 2013 oleh Jajaran Kepolisian Resor Kulonprogo. Operasi tersebut akan digelar pada 7-27 Mei ini untuk menumbuhkan kedisiplinan dan kesadaran hukum berlalu lintas di masyarakat serta menurunkan angka kecelakaan.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Johannes Setiawan mengatakan, tiga wilayah tersebut adalah Kecamatan Sentolo, Wates, dan Temon. Menurutnya, ketiga wilayah kecamatan tersebut merupakan wilayah yang rawan terhadap kecelakaan lalu lintas. Mengingat, kondisi lalulintas di jalanan tiga wilayah tersebut terbilang padat karena dilalui jalan nasional.

“Pada operasi simpatik sebelumnya, kecamatan Temon jadi wilayah yang paling rawan. Namun, belakangan ini trennya bergeser ke Sentolo. Tiga wilayah itu jadi target utama operasi ini tanpa mengesampingkan wilayah lainnya,” kata Setiawan, seusai gelar pasukan Operasi SImpatik Progo 2013 di Mapolres Kulonprogo, Senin (6/5/2013).

Sebanyak 130 personel diturunkannya dalam operasi simpatik ini. Setiawan mengatakan, pihaknya mengutamakan sikap humanis dalam operasi tersebut. Hal itu untuk menciptakan imej kepolisian yang ramah dan sopan sebagai mitra masyarakat.

Sikap tersebut antara lain diwujudkan dengan pelaksanaan operasi yang lebih mengedepankan langkah preemtif dan preventif. Yakni, dengan melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pelajar dan masyarakat umum pengguna jalan, pemasangan spanduk di lokasi rawan kecelakaan, dan sebagainya. Pihaknya juga berusaha meminimalisir jumlah penindakan hukum dengan menekan angka pelanggaran.

“Porsi tindakan preemtif dan preventif lebih kami kedepankan hingga meliputi 80 persen dari keseluruhan pelaksanaan operasi simpatik ini. Dengan begitu, porsi penegakan hukumnya menjadi sedikit. Kalau sudah bisa berdisiplin dan memahami kesadaran hukum berlalu lintas, tentu angka pelanggaran yang perlu ditindak jadi lebih sedikit,” imbuh Setiawan.(*)
Penulis: ing
Editor: wid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas