A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Oknum Brimob Bermain dalam 'Perbudakan' di Tangerang? - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribun Jogja

Oknum Brimob Bermain dalam 'Perbudakan' di Tangerang?

Sabtu, 4 Mei 2013 14:19 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kasus perbudakan dan penyiksaan yang terjadi di Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi, Sepatan Timur, Tangerang, Banten, diduga melibatkan oknum aparat Brimob.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu korban bernama Arifudin (21). "Waktu saya mau pulang kan nggak boleh sama bosnya. Dia bilang, kamu mau saya panggilin Brimob, biar ditembak kaki kamu kalau kabur," ujarnya kepada Kompas.com di halaman Polres Kota Tangerang, Sabtu (4/5/2013) siang.

Ancaman tersebut, ujar Arifufin, dikatakan oleh sang pemilik pabrik pembuatan kuali aluminium tersebut, yakni bernama Yuki Irawan (41). Arifudin melanjutkan, dirinya pun sempat melihat oknum Brimob yang dimaksud sang bos. Sebab, beberapa kali oknum Brimob yang berjumlah dua orang tersebut beberapa kali diketahui mendatangi pabrik rumahan tersebut.

"Namanya Nurjaman sama Agus. Dia datang pakai seragam lengkap sama pistolnya di samping. Tapi sama kita nggak bilang apa-apa," ujarnya.

Soal dugaan keterlibatan aparat penegak hukum tersebut, belum ditanggapi secara serius oleh pimpinannya. Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang, Kombes Drs. Bambang Priyo Andogo mengatakan hanya akan menyelidiki dugaan itu.

Arifudin adalah salah satu dari 34 orang yang menjadi korban penyiksaan oleh seorang bos dan lima orang mandor di pabrik pembuatan kuali di Desa Kampung Bayur Opak, RT 03 RW 06, Lebak Wangi,Sepatan Timur,Tangerang, Banten.

Arifudin datang ke pabrik tersebut pertengahan bulan Februari 2013 lalu karena diajak kenalan saudaranya. Ia pun berangkat sekitar dua minggu setelahnya. Nahas, sejak saat itu, ia kerap mendapat perlakuan yang tidak layak. Beberapa hal yang dikatakan tak layak, yakni mereka digaji rendah, tempat tinggalnya tak layak dengan kondisi lembab dan kotor.

Selain itu, para buruh tersebut juga kerap dipukuli jika tidak sesuai dengan keinginan sang bos, hingga tidak boleh keluar dari kawasan pabrik. Petugas gabungan dari Polda Metro Jaya dengan Polresta Tangerang menggerebek pabrik itu, Jumat (3/5/2013) siang.

Sebanyak 34 buruh berhasil dibebaskan dan lima orang tersangka berhasil dibekuk, yakni TS (35), YI (41), SM (34), S (31) dan N alias U (25). Tersangka dan korban masih diperiksa di Polresta Tangerang.(*)
Editor: evn
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
292204 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas