A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Yuk Ngejoz Kopi di Lor Stasiun Tugu - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jogja

Yuk Ngejoz Kopi di Lor Stasiun Tugu

Jumat, 3 Mei 2013 12:18 WIB
Yuk Ngejoz Kopi di Lor Stasiun Tugu
Hendra Krisdianto/Tribun Jogja
Angkringan Kopi Joss
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Tradisi minum kopi sebetulnya tidak identik dengan masyarakat Kota Yogya. Beda dengan kultur di Makassar, Manado, atau yang lebih gamblang di Aceh. Kopi bagi masyarakat setempat identik, bahkan sudah jadi gaya hidup sehari-hari.

Tapi meski tidak punya sejarah dan tradisi ngopi, warga Yogya mesti berbangga ada cara ngopi unik, yang mungkin satu-satunya di dunia. Kopi Joz. Begitulah orang-orang mengenalnya. Ini bisa ditemukan di sederet warung angkringan di utara Stasiun Tugu.

Dari namanya, Kopi Joz punya brand khusus. Cara pembuatannya sebenarnya biasa saja. Kopi diseduh di segelas air panas mengepul. Nah, ini yang kemudian membedakan. Kopi yang sudah diaduk dan mengental itu dicemplungi bara api dari arang yang memerah sempurna.

Jozzzz......! Suara mendesis keras itu terdengar ketika bara api menyentuh seduhan kopi yang berkepul-kepul meruapkan hawa harum. Dari efek suara itulah nama Kopi Joz bermula, lalu kondang jadi destinasi kuliner nyleneh di Kota Pelajar ini.

Sisgiman, lelaki tua ini adalah pionirnya. Orang ramai memanggilnya Lik Man, dan nama itu kini identik dengan angkringan yang menyediakan Kopi Joz. Lik Man memulai usaha angkringan sejak tahun 70an di trotoar Jalan Jalan Wongsodirjan, menempel tembok utara Stasiun Tugu.

Suatu ketika, ia bereksperimen memasukkan bara api arang ke seduhan kopi, dan lalu disodorkan ke pembeli di warung angkringannya. Tak disangka, si tamu yang menyicip kopi mengaku cocok dan ketagihan. Cita rasanya lebih nendang dan konon sukses mengusir angin di perut.  

Sejak saat itulah Lik Man identik dengan Kopi Joz, dan citra itu bertahan hingga sekarang. Di Jalan Wongsodirjan dan sekitarnya, kini ada tak kurang 10 warung angkringan yang tak pernah sepi setiap malam. Hampir semuanya menyediakan menu Kopi Joz.  

Lokasi angkringan Kopi Joz ini sangat mudah ditemukan. Dari kawasan Malioboro dan sekitarnya tinggal menyeberang perlintasan rel kereta api. Kerumunan orang dengan mudah bisa ditemui menjelang malam.

Jangan khawatir Anda akan merogoh kocek dalam-dalam di pusat kuliner rakyat jelata ini. Semua menu serba terjangkau. Selain Kopi Joz, paten menu  minuman yang tersedia teh panas, es teh, kopi jahe, teh jahe, dan jahe panas.

Bisa juga pesan es tape ketan, atau tape ketan panas, susu panas, es susu, susu jahe, dan beberapa minuman racikan lainnya.

Anda penasaran? Sempatkan datang dan nongkrong di kawasan angkringan ini jika sedang berkunjung ke Kota Yogya. Denyut kehidupan warga Kota Budaya bisa direkam di sini.(*)  

Penulis: xna
Editor: Ganux
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
290883 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas