A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Oknum Polisi Briptu HRD Otak Pemerkosaan dan Pembakaran Siswi SMK? - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribun Jogja
Home » Yogya » Sleman

Oknum Polisi Briptu HRD Otak Pemerkosaan dan Pembakaran Siswi SMK?

Jumat, 26 April 2013 20:38 WIB
Oknum Polisi Briptu HRD Otak Pemerkosaan dan Pembakaran Siswi SMK?
KOMPAS.com/Yustinus Wijaya Kusuma
Tujuh tersangka perkosaan siswi SMK YPPK saat berada di Mapolres Sleman.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN — Polisi akan menggelar rekonstruksi peristiwa pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran Priya Pustipa Restanti (16), siswi SMK YPPK Maguwoharjo. Rekontruksi ini dilakukan guna memastikan peran masing-masing tersangka, termasuk siapa otak tindakan kriminal itu.

Pasalnya, hingga kini, polisi belum berhasil memastikan siapa otak di balik peristiwa yang melibatkan sejumlah pelaku tersebut. Sejauh ini berdasarkan keterangan dari enam tersangka, yakni ED, BG, YN, AR, CA, dan SHY, diduga kuat otak pelaku adalah Briptu HRD.

Namun, menurut Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Heru Muslimin, Briptu HRD masih banyak diam saat dimintai keterangan. HRD juga ngotot bahwa tidak terlibat dalam peristiwa pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran Priya Puspita.

"Keterangan para tersangka lainnya memang mengarah ke HRD sebagai otaknya, tetapi perlu dikuatkan lagi dengan menggelar rekonstruksi," ungkap Heru.

Menurut Heru, meski Briptu HRD bersikap tertutup, keterangan keenam tersangka lain pun bisa dinilai cukup. Pandangan Heru mengacu pada Pasal 184 KUHAP mengenai salah satu alat bukti yang sah adalah keterangan dari saksi. "Mengaku atau tidak mengaku yang penting sudah ada bukti saksi," tuturnya.

Heru menambahkan, rencananya rekonstruksi akan dilakukan pada Minggu depan di beberapa lokasi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, kepolisian sempat direpotkan dengan skenario-skenario yang telah disiapkan oleh para tersangka. (*)
Editor: wid
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
284673 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas