A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Oknum Polisi Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembakaran Siswi SMK YPKK - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Rabu, 16 April 2014
Tribun Jogja

Oknum Polisi Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembakaran Siswi SMK YPKK

Rabu, 24 April 2013 17:17 WIB
Oknum Polisi Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembakaran Siswi SMK YPKK
Kompas.com/ Yustinus Wijaya Kusuma
Para pelaku perkosaan dan pembunuhan Priya puspita saat dimintai keterangan di Mapolres Sleman.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Chatarina Binarsih

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN
- Kapolres Sleman Hery Sutrisman memastikan ada oknum polisi yang terlibat dalam pemerkosaan dan pembunuhan siswa SMK YPKK, Priya Puspita Restanti (16). Hal terebut diungkap Rabu (24/4/2013).

"Tujuh tersangka kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang terjadi di Kalasan sudah berhasil semua diamankan. Adanya oknum polisi yang terlibat dalam kasus itu sudah kami amanakan satu," terang Hery.

Oknum polisi tersebut berinsial Hrd (53) yang bertugas di Opsnal Unit Reskim Polsek Kalasan, Sleman. Dari informasi yang diperoleh, polisi tersebut baru mengalami satu kasus ini. Sebelumnya dia masih menjadi saksi.

Hery mengatakan untuk proses hukum selain ditangani Propam. Menurutnya tak menuntup oknum polisi berpangkat Briptu mengikuti peradilan umum. Tersangka masih berpangkat Briptu, karena sebelumnya dari Tantama.

Kasat Reskim Polres Sleman AKP Heru Muslimin mengatakan, bukan tidak mungkin jika oknum polisi tersebut menjadi otak kasus itu. Namun, sejauh ini untuk kepastianya masih dalam pemeriksaan.

Saat menjalani pemeriksaan, Hrd, menurut Heru, selalu mengelak, sehingga pihaknya masih mendalami kasus ini. Untuk keterlibatan, Hrd masih ada beberapa versi. Hrd datang setelah terjadi pemerkosaan. Namun seperti apa kronologi jelasnya masih dilakukan pendalaman. (*)
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
282394 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas