Benteng Keraton Yogya Ternyata Dikelilingi Parit
Dinas Kebudayaan DIY bersama jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM mulai melakukan ekskavasi jagang (parit) beteng Keraton.
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Kebudayaan DIY bersama jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM mulai melakukan ekskavasi jagang (parit) beteng Keraton. Sebagai sampel untuk mengetahui letak jagang, tim ekskavasi mulai melakukan penggalian di selatan Plengkung Gading.
Ekskavasi yang dilaksanakan selama satu bulan ini akan menjadi panduan sisi jagang yang akan dibuka. Rencananya, jagang yang dibuka adalah sisi barat dan timur Plengkung Gading, masing-masing memiliki panjang sekitar sepuluh meter.
"Dari sampel ini kita akan menunjukkan bahwa dulu di beteng Keraton dikelilingi jagang sebagai fungsi pertahanan," terang Kepala Bidang Sejarah Purbakala dan Museum Dinas Kebudayaan DIY, Nursatwika, di lokasi ekskavasi, Selasa (23/4/2013).
Menurutnya, panduan sejarah yang didapat untuk kepentingan eksvasani ini adalah jagang terletak dua meter di luar beteng. Sedangkan lebar dan kedalamannya masih belum diketahui pasti. Hanya saja, permukaan jagan ditemukan pada kedalaman sekitar 1,8 meter dari permukaan tanah.
Saat ini, tim sudah melakukan penggalian sedalam 430 sentimeter dan menemukan tumpukan batu bata sebagai dinding jagang. Setelah ekskavasi selesai, jagang yang ditemukan akan kembali ditutup dengan tanah. Sembari menunggu proses revitalisasi yang baru dilaksanakan tahun 2014. (*)