"BBM Mending Naik Asal Mudah Didapat"
Dewan Piminan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kulonprogo menyambut positif rencana kenaikan harga solar bersubisi.
Penulis: Singgih Wahyu Nugraha | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO – Dewan Piminan Cabang Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kulonprogo menyambut positif rencana kenaikan harga solar bersubisi. Hal itu dipandang akan lebih bermanfaat jika dibandingkan kelangkaan stok yang menyulitkan banyak awak angkutan umum .
“Daripada harganya normal tapi langka seperti sekarang ini, lebih baik harga naik sedikit tapi barang mudah didapatkan,” kata Ketua DPC Organda Kulonprogo, Djuwardi, Minggu (21/4/2013).
Menurutnya, rencana kenaikan harga solar bersubsidi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 perliter bisa memudahkan konsumen, terutama awak angkutan umum. Di saat sulit mendapatkan solar sekarang ini, awak angkutan justru terus merugi karena waktunya banyak terbuang hanya untuk mengantre mendapatkan solar.
"Kalau biasanya bisa narik tiga kali dalam sehari, sekarang paling ya maksimal hanya bisa dua kali. Soalnya mereka musti ngantri di SPBU dan itu sangat membuang waktu,” jelasnya.
Dari keadaan semacam itu, lanjutnya, opsi kenaikan harga solar bisa menjadi solusi. Hanya saja, pemerintah menurutnya juga harus konsekuen jika ingin menaikkan harga bahan bakar bersubsidi tersebut. Menurutnya, percuma saja harga naik tapi kelangkaan masih terjadi. Hal itu justru akan berimbas mematikan usaha angkutan umum. (*)