Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Jogja

Dinas Pariwisata DIY Terus Sosialisasikan Sadar Wisata

Kamis, 18 April 2013 23:34 WIB

Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Guna meningkatkan potensi pariwisata, Dinas Pariwisata DIY terus mensosialisakan gerakan sadar wisata, dengan tujuan utama menjaga kualitas produk, pelayanan jasa pariwisata. Hal ini sangat bergantung dengan perilaku masyarakat DIY sebagai tuan rumah.

Satu yang menjadi perhatian utama adalah kesadaran menjaga kebersihan objek wisata. Misalnya para pedagang kaki lima di Malioboro yang dinilai masih kurang memperhatikan kebersihan lingkungan. Dampaknya, kesan kumuh yang berujung pada citra negatif akan mengurangi kenyamanan pengunjung.

"Jangan hanya bergantung pada petugas kebersihan. Kita bisa berkaca pada Bali. Para pelaku wisata sangat menjaga detail penunjang kenyamanan. Salah satunya adalah kebersihan," kata Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir, Kamis (18/4/2013).

Sadar wisata adalah konsep yang menggambarkan partisipasi serta dukungan segenap komponen masyarakat. Tujuannya untuk mendorong iklim yang kondusif bagi tumbuh kembangnya kepariwisataan di suatu wilayah.

Sadar wisata dibagi dalam dua gerakan. Pertama, menumbuhkan kesadaran dan peran seluruh komponen masyarakat dalam perannya sebagai tuan rumah, guna menerapkan dan mewujudkan unsur sapta pesona.

Kedua, gerakan untuk menumbuhkan motivasi, kemampuan, dan kesempatan bagi masyarakat dalam perannya sebagai wisatawan untuk mengenali dan mencintai tanah air.

Dari tujuh unsur sapta pesona, urai Tazbir, minimal tiga unsur harus bisa diwujudkan, yakni aman, tertib dan bersih. Sedangkan saat ini DIY belum mampu menerapkan seluruh unsur secara optimal. Bahkan secara umum jika dikomparasi dengan daerah lain, Bali misalnya, DIY masih tertinggal. Sedangkan unsur sapta pesona adalah aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

Unsur sapta pesona telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam program-program pembangunan kepariwisataan yang dilaksanakan dua dekade lalu. Hal ini sejalan dengan usaha memantapkan posisi sektor pariwisata sebagai sektor andalan dalam memperoleh devisa negara.

"Kalau unsur kebersihan saja bisa diterapkan dengan baik, akan luar biasa pariwisata kita. Makanya sosialisasi menjadi sangat penting dan harus terus dilakukan. Karena law enforcemen harus seminimal mungkin diterapkan pada bidang pariwisata," papar Tazbir.

Sedangkan pada segi keamanan, semua unsur berkepentingan dan berperan serta menjaga keamanan. Sehingga semua wisatawan baik dalam dan luar negeri merasa terjamin saat berkunjung di suatu wilayah. (*)
Penulis: hdy
Editor: wid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas