A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Cegah Perceraian dengan Desa Binaan Keluarga Sakinah - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Jogja

Cegah Perceraian dengan Desa Binaan Keluarga Sakinah

Kamis, 18 April 2013 21:47 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
– Kantor Wilayah Departemen Agama DIY mencanangkan Desa Binaan Keluarga Sakinah (DBKS) di Balai Desa Pengasih, Kulonprogo, Senin (18/4/2013). Ada tiga desa binaan yang dicanangkan di Kulonprogo. Yakni, Desa Pengasih kecamatan Pengasih, Kelurahan Wates Kecamatan Wates, serta Desa Temon Wetan, Kecamatan Temon.

Disampaikan Kasi Pengembangan Keluarga Sakinah pada Bidang Urais, Kanwil Depag DIY, Nur Ahmad Ghozali, tiap tahun pihaknya mencanangkan DBKS di seluruh wilayah DIY. Di Kulonprogo, sejauh ini sudah ada 69 desa binaan dari 88 desa yang ada.

Dirinya berharap, program DBKS tersebut bisa menjadi tameng bagi biduk rumah tangga keluarga. Mengingat, angka perceraian di DIY belakangan meningkat 10 % dibandingkan angka pernikahan. Dengan adanya program tersebut, masyarakat diharapkannya jadi makin termotivasi dan lebih aktif sehingga kegiatan ini tetap berjalan.

“Program desa binaan ini diharapkan terus berlanjut dan berjalan untuk mencegah tingginya angka keretakan rumah tangga,” kata dia.

Setelah pencanangan serta sosialisasi di desa, tahap selanjutnya dikatakan Ghozali akan masuk pada tahap pembekalan serta monitoring. Beberapa bulan kemudian, pihaknya akan melakukan tahap evaluasi, penilaian, serta pelestarian. Menurutnya, ada lima kriteria keluarga sakinah, yakni pemahaman nilai-nilai agama yang baik, tingkat pendidikan anggota keluarga yang cukup tinggi, perekonomian yang stabil, kesehatan keluarga serta hubungan fungsional antaranggota keluarga.

“Bidang perekonomian jadi tantangan terberat saat ini karena berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan warga. Saat ini, di mana perekonomian tidak begitu menggembirakan, banyak keluarga yang terjerembab ke dalam jurang kemiskinan,” imbuhnya.(*)
Penulis: ing
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
276963 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas