Sidang Kasus LP Cebongan Kekurangan Hakim Militer

Wakil Kepala Hakim Pengadilan Militer (Dilmil) II - 11 Yogyakarta, Mayor CHK Warsono menyatakan, besar kemungkinan Dilmil bakal kekurangan hakim

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Kepala Hakim Pengadilan Militer (Dilmil) II - 11 Yogyakarta, Mayor CHK Warsono menyatakan, besar kemungkinan Dilmil bakal kekurangan hakim saat proses persidangan militer terhadap 11 anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan yang terlibat dalam serangan LP Cebongan.

Pasalnya, jumlah hakim di pengadilan tersebut hanya lima orang. Dari lima hakim militer itu, dua di antaranya sekaligus sebagai Ketua dan Wakil Ketua Hakim Pengadilan Militer.

Warsono menyebut akan terjadi kekurangan hakim karena kasus penyerangan LP Cebongan melibatkan 11 anggota. Belum lagi, di saat hampir bersamaan juga akan disidangkan kasus Hugo's I (korban tewas Adhitya Bisma Hutama), yang diduga melibatkan delapan anggota TNI.

"Kalau kasus biasa, misalnya hanya satu yang disidang. Tapi untuk  kasus Cebongan pasti kurang," kata Mayor CHK Warsono, ditemui di Dilmil II-11 Yogyakarta di Jl Ringroad Timur, Rabu (17/4/2013).

Mengatasi kekurangan itu, pihaknya akan meminta bantuan dari daerah lain. Prosedur menghadirkan hakim yang diperbantukan itu melalui permohonan kepada Mahkamah Agung, sebagai institusi yang berwenang menentukan bantuan penambahan hakim militer. (*)

Penulis: ose
Editor: wid
Sumber:
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help