• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jogja

3 Mahasiswa Jahit Mulut Tolak Kenaikan BBM

Rabu, 17 April 2013 17:42 WIB
3 Mahasiswa Jahit Mulut Tolak Kenaikan BBM
KOMPAS.com/Zico Nurrashid
Salah seorang mahasiswa menjahit mulutnya sendiri menolak naiknya harga BBM, Rabu (17/4/2013).
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA — Sebanyak tiga mahasiswa melakukan aksi jahit mulut dan mogok makan untuk menentang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya akan dinaikkan pada awal Mei 2013. Keputusan menaikkan harga BBM disesalkan mengingat harga minyak dunia sedang turun.

Ketiga orang yang dijahit mulutnya berasal dari dua orang mahasiswa Universitas Bung Karno dan satu orang dari Universitas Satya Negara Indonesia. Mereka dijahit mulutnya pada pukul 08.00 di rumah di daerah Jakarta Barat.

Setelah itu, mereka ke gedung LBH di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, sekitar pukul 13.15 WIB. Mereka mendirikan tenda untuk bertahan di sana.

Dwi Puspa, koordinator mahasiswa, menilai penyebab kenaikan harga BBM ini untuk menutupi kebocoran APBN yang mencapai 60 persen. Hal itulah yang membuat pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM.

"Seharusnya, pemerintah menutupi kenaikan BBM ini dengan uang yang telah dikorupsi oleh anggota DPR dan pejabat lainnya," ujar Dwi Puspa Adi, seorang koordinator aksi di lokasi, Rabu (17/4/2013).

Selain itu, aksi ini juga dikatakannya sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang dinilai gagal menyejahterakan rakyatnya.

Mahasiswa ini, kata Dwi lagi, akan melakukan aksi ini sampai pemerintah tidak jadi menaikkan harga BBM ini. Dia juga mengajak agar para mahasiswa Indonesia bergabung untuk menolak kenaikan BBM.

"Kami akan menunggu teman-teman untuk bergabung karena dengan inilah para pejabat akan mendengarkan kita," ucap Dwi. (*)
Editor: wid
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
275833 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas