A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

GKR Pembayun: PAD dari Pasar Harus Kembali ke Pasar - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 23 Agustus 2014
Tribun Jogja

GKR Pembayun: PAD dari Pasar Harus Kembali ke Pasar

Selasa, 16 April 2013 23:39 WIB
GKR Pembayun: PAD dari Pasar Harus Kembali ke Pasar
TRIBUN JOGJA/MONA KRIESDINAR
GKR Pembayun
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
– Pendapatan Asli Daerah di Kulonprogo yang didapatkan dari pasar diharapkan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DIY bisa kembali teralokasikan untuk pasar. Dengan begitu, dana yang kembali itu bisa dipergunakan sebagai dana bergulir bagi para pedagang ataupun untuk pembangunan fisik.

Menurut Ketua DPW APPSI DIY, GKR Pembayun, PAD yang tersalurkan kembali ke pasar dalam pengamatannya masih jauh di bawah 50 persen. Hal ini menurutnya cukup memprihatinkan mengingat dana itu sangat penting bagi pedagang. Dengan sistem dana bergulir, dana tersebut bsia digunakan pedagang untuk melepaskan diri dari utang rentenir.

“PAD dari pasar sebisa mungkin kami harapkan bisa kembali lagi ke pasar. Ini akan sangat berguna, bagi pedagang maupun keberadaan pasar itu sendiri,” kata Pembayun saat melakukan audiensi dengan Bupati Kulonprogo, Selasa (16/4/2013).

Pinjaman dari dana bergulir menurutnya akan sangat membantu meringankan beban para pedagang dengan bunga yang relatif rendah. Dana tersebut menurut Pembayun bisa dikelola secara mandiri dengan bantuan koperasi pedagang. Dalam hal fisik pasar, kondisinya akan jauh lebih baik dan layak jika PAD dari pasar bisa terkembalikan lagi ke pasar. Pembangunan infrastruktur pasar bisa dilakukan dengan lebih baik lagi.

Selain itu, lanjut Pembayun, keberadaan klinik kesehatan sebagai fasilitas tambahan juga perlu diperhatikan. Menilik keberadaan klinik serupa di Pasar beringharjo Yogyakarta berupa ruang tertutup dengan kasur dan lampu penerangan, Pembayun mengusulkan hal itu diterapkan di pasar-pasar di Kulonprogo. Konsep tersebut menurut Pembayun cukup sederhana namun efektif penggunaannya. (*)
Penulis: ing
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
275253 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas