A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pembangunan Breakwater Pelabuhan Tanjung Adikarto Molor - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Jogja

Pembangunan Breakwater Pelabuhan Tanjung Adikarto Molor

Senin, 8 April 2013 22:50 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
– Rencana pembangunan pemecah ombak atau breakwater di Pelabuhan Tanjung Adikarto Kulonprogo dipastikan bakal molor. Pasalnya, saat ini bangunan breakwater tersebut justru sedang didesain ulang untuk penambahan dimensi fisiknya. Kegiatan operasional pelabuhan pun terancam tak bisa dilakukan awal 2014.

Dijelaskan Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak) Kulonprogo, Endang Purwaningrum, pada tahun ini belum dilakukan kelanjutan pembangunan breakwater tersebut. Saat ini prosesnya justru sedang dilakukan redesign (perencanaan ulang) dan penataan ulang tetrapod oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Hal itu dilakukan karena konstruksi yang ada sekarang ini dinilai kurang cukup kuat menahan besarnya ombak pantai selatan.

“Sebenarnya kewenangan pembangunan water break itu ada pada BBWSSO. Tahun ini, Kementerian PU dan BBWSSO masih menyelesaikan redesain pemecah ombak, sehingga 2013 ini belum dilakukan pembangunan,” katanya, Senin (8/4/2013).

Endang mengatakan, ada penambahan dimensi pemecah ombak. Jika pada rancangan awal hanya akan dibangun sepanjang 250 meter di sisi selatan pelabuhan tersebut, dari redesain tersebut panjangnya ditambah hingga mencapai 300 meter. Sementara, panjang pemecah ombak yang telah terbangun pun belum mencapai panjang 250 meter, masih kurang sekitar 70 meter.

Ketinggian breakwater tersebut menurut Endang juga akan ditambah menjadi 11 meter dari semula hanya 7 meter. Sementara itu, penambahan bobot tetrapod juga ditambah menjadi 18 ton dari rencana semula hanya 11 ton. Endang mengatakan, penambahan dimensi pemecah ombak tersebut memerlukan tambahan dana sekitar Rp 200 miliar. Pembangunannya ditargetkan bisa selesai pada 2015 nanti.

“Kewenangan pertimbangan dilakukan redesain ada pada BBWSSO. Tapi setahu kami, dari rapat koordinasi, pertimbangannya karena ombak di laut selatan besar sekali, apalagi semakin ke tengah. Sehingga untuk menahan ombak yang besar, dimensi pemecah ombak perlu ditambah,” jelasnya. (*)
Penulis: ing
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas