Kamis, 28 Mei 2015

Warga Keluhkan Pembangunan Hotel Cavinton

Kamis, 14 Maret 2013 08:19

Untuk itulah, perwakilan warga RT 12 RW 2 Ngampilan didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta mengadukan masalah ini  ke Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Rabu (13/3/2013).

Eni Mukaromah, seorang warga mengatakan, dinding rumahnya mengalami retak-retak akibat getaran penggunaan alat berat dalam proses pembangunan hotel. Kerusakan tersebut mulai terjadi sekitar Maret 2012 saat pembangunan dengan alat berat dimulai. Untuk menguatkan laporan mereka, warga juga membawa beberapa foto yang memperlihatkan retakan di sejumlah dinding rumah warga.

Selain mengakibatkan retakan, aktivitas pembangunan di hotel tersebut juga mengusik ketenangan warga. Suara alat berat, runtuhan bangunan dan juga debu juga dikeluhkan warga. Ini lantaran proses pembangunan terus dilakukan hinggal pukul 03.00 dini hari.

Padahal, sesuai kesepakatan dengan warga, proses pembangunan hanya boleh dilakukan hingga pukul 22.00. Akibatnya, keluarga Eni yang memiliki balita dan pelajar merasa sangat terganggu.

"Kami terpaksa pindah dan mengontrak di lokasi lain karena takut rumah sewaktu-waktu bisa roboh. Getarannya itu seperti gempa karena lokasi tepat bersebelahan dengan rumah kami. Setiap kali ada angin kencang debu dan paku-paku kecil juga berjatuhan. Anak-anak ketakutan," papar Eni dijumpai di sela audiensi di Komisi A DPRD Kota Yogyakarta.

Eni dan tiga keluarga lainnya yang berada di RT 12 RW 2 merasa tidak pernah dimintai izin oleh manajemen hotel Cavinton sebelum masa pembangunan. Oleh karenanya, empat kepala keluarga (KK) yang dirugikan tersebut telah mencoba menemui pihak hotel melalui beberapa media. Mereka ialah keluarga Ismail Wardani, Eni Mukaromah, Jendro Mulyo dan Hariyanto. "Kami merasa tidak pernah membubuhkan tandatangan persetujuan pembangunan hotel," tandasnya.

Eni mengaku telah mengadukan hal tersebut ke camat setempat maupun ke Lembaga Ombudsman Swasta (LOS) sekitar bulan Agustus 2012 namun tak kunjung mendapatkan tanggapan. Surat pengaduan ke dewan juga sudah dilayangkan sejak September 2012 dan baru ditindaklanjuti sekarang.

Halaman12
Penulis: esa
Editor: evn
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas