Senin, 24 November 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Sniper Kopassus Asal Purbalingga Gugur di Papua

Jumat, 22 Februari 2013 19:17 WIB

Sniper Kopassus Asal Purbalingga Gugur di Papua
Ilustrasi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko

TRIBUNJOGJA.COM, PURBALINGGA
- Prajurit Satu (Pratu) Wahyu Prabowo (24) anggota Kopassus grup 1 Serang, Banten tewas ditembak gerombolan bersenjata di Pos Tingginambut, Kabupaten Puncakjaya, Papua pada Kamis (21/2/2013) pagi. Saat ini keluarga korban di Desa/Kecamatan Karanganyar, Purbalingga sedang menunggu kedatangan jenazah.

"Anak saya ditembak saat berjaga di pos. Dia terkena di bagian dada dan kemudian gugur," kata Sastro Diharjo (60), ayah Pratu Wahyu Wibowo ditemui di rumah duka, Jumat (22/2/2013).

Keterangan keluarga korban, Pratu Wahyu Prabowo atau yang akrab disapa Bowo diterima sebagai Tamtama TNI AD pada satuan Infanteri tahun 2007. Karena berprestasi, Bowo kemudian bergabung dalam Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD pada 2008. Di satuan baret merah itu, Bowo menguasi keterampilan penembak jitu atau sniper. Sebelum diberangkatkan ke Papua pada Juni 2012, Bowo ikut bertugas dalam pembebasan sandera di Somalia.

"Kami sangat kehilangan. Sekembali dari Papua, sekitar Juli atau Agustus mendatang rencananya akan melangsungkan pernikahan dengan gadis yang dilamarnya dua tahun lalu," kata Sastro sambil menunjukan foto Bowo dalam pose memegang senjata.

Seperti diberitakan Pratu Prabowo merupakan satu dari delapan anggota TNI yang tewas disergap kelompok sipil bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya Papua, Kamis (21/02/2013) pagi. Keluarga saat ini menunggu kedatangan jenazah. (*)
Editor: wid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas