A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Penanganan DBD Purworejo Difokuskan pada PSN - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Penanganan DBD Purworejo Difokuskan pada PSN

Selasa, 5 Februari 2013 21:35 WIB
Penanganan DBD Purworejo Difokuskan pada PSN
TRIBUNJOGJA/RENTO ARI
Warga kelurahan Pangenrejo kecamatan/kabupaten Purworejo melihat proses pengasapan (fogging) di wilayahnya, Selasa (5/2/2013). Kasus demam berdarah dengue (DBD) yang semakin merebak menjadikan fogging banyak dilakukan untuk mengatasinya.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari Nugroho

TRIBUNJOGJA.COM, PURWOREJO - Merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD) di Purworejo pada awal 2013 ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

Permintaan pengasapan atau fogging untuk membunuh nyamuk pun mulai marak. Namun demikian Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) hanya akan melakukan fogging sebagai upaya terakhir.

"Penanganan DBD difokuskan pada upaya pencegahan misalnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging merupakan upaya terakhir," jelas Kepala DKK Purworejo dr Kuswantoro Mkes ditemui di ruangannya, Selasa (5/2/2013).

Menurutnya, DKK cenderung mendorong masyarakat untuk menerapkan langkah pencegahan. Langkah tersebut antara lain dengan melakukan penataan rumah. "Selain PSN, penataan rumah juga penting. Misalnya, jangan biarkan terlalu banyak tempat yang bisa menjadi penampung air seperti pot bunga. Selain itu, jangan pula senang memiliki kebiasaan menggantung baju. Nyamuk suka bersembunyi di baju yang digantung," jelas Kuswantoro.

Ia menjelaskan, fogging tidak bisa dilakukanbegitu saja. Ada tahapan yang harus dilalui sebelum akhirnya fogging dilakukan. "Ketika ada kasus DBD di suatu wilayah, langkah pemetaan epidemiologi terlebih dahulu dilakukan. Ketika diketahui penyebab masuknya DBD dibawa pendatang, tentu fogging tidak dilakukan. Fogging baru dilakukan ketika hasilnya diketahui aada siklus penularan DBD di kawasan tersebut," jelasnya.(*)
Penulis: toa
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas