Rabu, 28 Januari 2015

Mantan Puteri Solo 2008 Dicekal KPK soal Korupsi Simulator SIM

Jumat, 1 Februari 2013 19:00 WIB

"KPK sejak beberapa waktu yang lalu telah mengirim surat permintaan cegah kepada Direktorat Jenderal Imigrasi untuk beberapa orang terkait proses penyidikan dugaan TPK dan TPPU kasus simulator dengan tersangka DS (Djoko Susilo)," kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Jakarta, Jumat (1/2/2013). Surat permintaan cegah dikirim pada 21 Januari 2013 yang berlaku selama enam bulan.

Mereka yang dicegah ke luar negeri adalah Dipta Aninditya, mantan Puteri Solo 2008 yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pihak lain yang dicegah adalah Joko Waskito, Erick Maliangkay yang berprofesi sebagai notaris, Mudjihardjo adalah pensiunan pegawai negeri sipil Polri, Wahyudi, serta Mulyadi.

"Jadi semuanya ada enam orang yang dicegah," jelas Johan.

Sejak 9 Januari 2013, KPK menerapkan pasal pencucian uang kepada tersangka korupsi pengadaan alat simulasi roda dua dan roda empat tahun anggaran 2011 mantan Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Djoko Susilo.

KPK menduga ada praktik pencucian uang yang berasal dari TPK oleh Djoko, sehingga menerapkan pasal 3 dan atau 4 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan pasal 3 ayat 1 dan atau pasal 6 ayat 1 UU 15 tahun 2002 tentang TPPU kepada jenderal bintang dua tersebut.

Sedangkan pasal 4 menyatakan bahwa setiap orang yang menyembunyikan atau menyamarkan asal usul, sumber, lokasi, peruntukan, pengalihan hak-hak, atau kepemilikan yang sebenarnya atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 dipidana karena tindak pidana pencucian uang dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

KPK pun telah memblokir rekening Djoko Susilo, tapi penyitaan aset belum dapat dipastikan.

Halaman12
Editor: wid
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas