A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ferguson: Hakim Garis Tak Adil pada Kami - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 1 Agustus 2014
Tribun Jogja

Ferguson: Hakim Garis Tak Adil pada Kami

Senin, 21 Januari 2013 08:42 WIB
Ferguson: Hakim Garis Tak Adil pada Kami
Alex Ferguson
TRIBUNJOGJA.COM, MANCHESTER — Pelatih Manchester United (MU), Alex Ferguson, menilai Wayne Rooney dilanggar bek Tottenham, Steven Caulker, pada menit ke-66 pertandingan Premier League di White Hart Lane, Minggu (20/1/2013), yang berakhir 1-1. Ia pun mengaku kecewa tak mendapatkan penalti itu.

"Hakim garis tak pernah adil kepada kami sepanjang laga tadi. Bagi saya, ia tampil buruk. Kenapa ia tak pernah melihat pelanggaran terhadap Rooney di kotak penalti dan beberapa keputusan lainnya...," ujar Ferguson.

"Kami ingat dengan baik ketika laga melawan Chelsea (musim lalu), ketika Didier Drogba off-side sampai sejarak tiga meter dan ia menilainya on-side. Menurut saya, ia tampil mengejutkan hari ini. Saya kecewa akan performanya. Saya sungguh kecewa. Menurut saya, ia tampil buruk," tutur Ferguson.

MU unggul lebih dulu melalui Robin van Persie pada menit ke-25. Tottenham menyamakan kedudukan melalui Clint Dempsey pada menit ke-90+3.

Menurut catatan Opta, selama pertandingan, MU melepaskan lima tembakan dan Tottenham 25 tembakan.

"Anda unggul 1-0 saat laga menyisakan satu menit dan kami nyaman pada tahap itu. Namun, Tottenham bekerja keras dan Anda harus mengapresiasi mereka. Anda harus menerima mereka mendapatkan satu poin karena mereka bekerja sangat keras untuk mendapatkan satu poin itu," ulas Ferguson.

"Kami sering mengalirkan bola hingga ke dalam kotak penalti. Anda akan berpikir kami bisa menyelesaikannya lebih baik dan pada serangan balik, kami seharusnya mengakhiri perlawanan mereka. Penyelesaian akhir kami mengecewakan dan kami seharusnya lebih baik dalam hal itu," tambahnya. (*)
Editor: wid
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas