Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Jogja

Kamar Angie Digeledah Petugas Rutan Pondok

Minggu, 13 Januari 2013 11:20 WIB

Kamar Angie Digeledah Petugas Rutan Pondok
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Terdakwa Angelina Sondakh memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani sidang vonis yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (10/1/2013). Angie divonis 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda 250 juta Rupiah, karena terbukti terlibat dalam kasus korupsi penerimaan hadiah dalam penganggaran di Kemenpora dan Kemendiknas.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kicauan terdakwa kasus suap pembahasan anggaran di Kemendiknas, Angelina Sondakh berbuntut panjang. Petugas rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur menggeladah ruang tahanan Angie.

Penggeledahan petugas Rutan Pondok Bambu ini diamini Pengacara Angelina Sondakh, Teuku Nasrullah. Menurutnya, penggeledahan itu menyusul kicauan Twitter berakun angelina sondakh.

"Memang digeledah. Dengan ada berita dia main Twitter, kamarnya digeledah," kata Teuku, Minggu (13/1/2013).

Saat penggeledahan tersebut, janda Adjie Massaid itu sempat ngotot dan marah-marah kepada petugas tahanan rutan Pondok Bambu yang melakukan penggeledahan di kamarnya.

"Ibu tahu saya di tahanan seperti apa, gimana saya mau main twitter. Diacak-acak lagi," kata Nasrullah menirukan sikap Angie kepada Petugas Rutan.

Sayangnya, petugas Rutan khusus tahanan wanita itu, kata Nasrullah, tetap saja melakukan penggeledahan di kamar Angie. Padahal, diakui Angie kepada Nasrullah Jumat tersebut dirinya seharian mengaji.

"Petugas rutan cuma bilang dia kan menjalankan SOP (Standar Operasional Prosedur). Ya sudah, jangan dibesar-besarkan lagi," ujarnya.

Soal Twitter Angie, Nasrullah enggan berkomentar banyak. Sebab, hal itu akan menjadi polemik.

"Apalagi sampai muncul di media. Angie kan punya anak-anak yang bisa baca koran atau media lainnya," imbuhnya.

Nasrullah menyatakan kalau akun Twitter kliennya @SondakhAngelina telah dibajak orang yang tidak bertanggung jawab. Nasrullah memastikan, kliennya itu tidak nge-tweet selama berada dalam Rumah Tahanan Pondok Bambu.

"Saya konfirmasi ke pihak keluarganya, Twitter itu dibajak. Tidak mungkin Angie nge-tweet. Sejak pagi dia tengah ikut pengajian di rutan, karutannya bisa menjelaskan," ucapnya.

Menurut Nasrullah, selama ini akun Twitter kliennya itu dikelola pihak keluarga. Dia sudah memastikan tidak ada pihak keluarga yang berkicau di Twitter, apalagi menyebut-nyebut nama Ketum PD Anas Urbaningrum.

"Jadi ada yang jahat sekali, Twitter Angie dibajak kemudian digunakan," imbuhnya.

Angelina mendekam di Rumah Tahanan Pondok Bambu karena menjadi pesakitan dalam kasus penerimaan suap kepengurusan anggaran di Kementerian Pendidikan Nasional. Kamis (10/1/2013) kemarin, Angie dijatuhi hukuman empat tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan.

Sehari setelah vonis, akun Twitter @SondakhAngelina tampak aktif ngetweet setelah tidak lagi "berkicau" sejak 7 April 2012. Akun itu berkata
"Ini semua hanya permainan politik dan yang berperan penting semua adalah pejabat tinggi partai, saya tetap sabar dan terus bedoa".

Sebelumnya, kicauan akun tersebut sempat menyebut-nyebut nama Anas Urbaningrum. Tetapi, beberapa waktu kemudian, akun yang mengandung nama Anas itu dihapus.

Dari Balik Jeruji Besi, Angie Tetap Komunikasi dengan Ayah Melalui HP.

Berbeda dengan Nasrullah, Lucky Sondakh, Ayah Angie lebih mau terbuka kepada awak media. Lucky mengakui jika Angie tetap menjalin komunikasi dengan dirinya. Bahkan, dari dalam jeruji besi, Janda mendiang Adjie Massaid ini masih bisa curhat dengan sang Ayah.

Demikian diakui Lucky saat hadir di persidangan Angelina dengan agenda pembacaan vonis majelis hakim, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (10/1/2013). Bahkan jelang vonis, Angelina, kata Lucky sempat curhat yang disinyalir melalui telepon genggam.

Untuk hari ini saja, sambung Lucky, wanita yang akrab disapa Angie menghubungi dirinya. Meskipun sebelum hadir di Pengadilan Tipikor, Lukcy mengaku sempat mengunjungi Angie di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Ini sms nya tiap hari ada," kata Lucky. Bahkan Lukcy sempat hendak meyakinkan hal tersebut dengan ingin menunjukan percakapan Angie dengan dirinya melalui telepon genggam miliknya.

"Tadi pagi, ya dua (lewat bbm dan sms)," ujarnya Kamis lalu. Untuk pesan yang diberikan sang Ayah, Lukcy mengaku memberikan dukungan moril. "Saya bilang, live must go on," imbuhnya. (*)
Editor: wid
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas