Angin Kencang Sapu Lima Wilayah di Sleman
Tribun Jogja - Minggu, 13 Januari 2013 21:29 WIB
Berita Terkait
- Pelajar Ini Hanya Butuh 4 Menit untuk Gondol Motor
- Olimpiade Difabel Tingkat DIY Digelar di Bantul
- 20 Armada Baru Trans Jogja Resmi Dioperasikan
- Ratusan Siswa SMAN 8 Bogor Belajar Membatik di Bantul
- Baru 2 Partai di Bantul yang Perbaiki Berkas
- Seorang Guru Ditemukan Tewas Membusuk di Kali Progo
- Corak Agama Candi Tinjon Masih Misterius
- Besok Daerah Ini Akan Mengalami Pemadaman Listrik
- Dijebak Polisi, Penculik Bayi di Condongcatur Tertangkap
- Para Lansia Ini Tetap Produktif di Usia Senja
Laporan Reporter Tribun Jogja Chatarina Binarsih
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Angin kencang kembali terjadi di Kabupaten Sleman, Minggu (13/1/2013). Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Wilayah yang terkena puting beliung yakni di lima wilayah yakni Tempel, Moyudan, Nggalik, Ngemplak dan Kalasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja hingga pukul 19.00 WIB di kecamatan Tempel sejumah rumah, ruko dan KUD mengalami kerusakan. Rumah Samiri Raharjo warga Mangkurdanan, Margorejo, bahkan mengalami kerusakan cukup parah.
Delapan kios atau ruko di selatan Kecamatan Tempel, atap yang terbuat dari genteng dan asbes berhamburan. Namun kerugian belum diketahui.
"Untuk di kecamatan lain seperti di Ngaglik, Kalasan, Ngemplak dan Moyudan banyak pohon tumbang dan melintang di jalan. Jumlah pohon yang rusak akibat angin puting beliung yang melanda lima kecamatan ada puluhan yang tumbang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan.
Makwan menghimbau masyarakat agar memangkas pohon-pohon yang rimbun. Pemangkasan untuk mengurangi resiko ketika ada angin.
"Selain memangkas masyarakat harus hati-hati ketika melintas di jalan, terutama jika melewati pohon yang besar dan sudah rapuh, dekat baliho serta tower. Sebab jika ada angin rawan roboh," ucapnya. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Angin kencang kembali terjadi di Kabupaten Sleman, Minggu (13/1/2013). Puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Wilayah yang terkena puting beliung yakni di lima wilayah yakni Tempel, Moyudan, Nggalik, Ngemplak dan Kalasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jogja hingga pukul 19.00 WIB di kecamatan Tempel sejumah rumah, ruko dan KUD mengalami kerusakan. Rumah Samiri Raharjo warga Mangkurdanan, Margorejo, bahkan mengalami kerusakan cukup parah.
Delapan kios atau ruko di selatan Kecamatan Tempel, atap yang terbuat dari genteng dan asbes berhamburan. Namun kerugian belum diketahui.
"Untuk di kecamatan lain seperti di Ngaglik, Kalasan, Ngemplak dan Moyudan banyak pohon tumbang dan melintang di jalan. Jumlah pohon yang rusak akibat angin puting beliung yang melanda lima kecamatan ada puluhan yang tumbang," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman Makwan.
Makwan menghimbau masyarakat agar memangkas pohon-pohon yang rimbun. Pemangkasan untuk mengurangi resiko ketika ada angin.
"Selain memangkas masyarakat harus hati-hati ketika melintas di jalan, terutama jika melewati pohon yang besar dan sudah rapuh, dekat baliho serta tower. Sebab jika ada angin rawan roboh," ucapnya. (*)
Penulis : Chatarina Binarsih || Editor : Rina Eviana Dewi
Ikuti Tribunjogja.com melalui sosial media twitter @tribunjogja
Sleman Populer
Sleman Lainnya








