Senin, 27 April 2015

Rumah Ena Terlalu Banyak Kenangan

Minggu, 6 Januari 2013 12:07

Rumah Ena Terlalu Banyak Kenangan
TRIBUNJOGJA.COM/THERESIA T ANDAYANI
Ena dan keluarga

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keluarga Mohammad Baabud dan Zainah Vadaq, adalah  pemilik Galeri Mutiara yang menyediakan berbagai barang kuno dan antik. Usahanya dimulai sejak 1995 dengan modal hanya Rp 5 juta, kini per bulan ia bisa memperoleh omzet hingga ratusan juta.

Produk yang dijualnya meja kuno yang telah dipoles kembali bisa terjual puluhan hingga ratusan juta. “Bapakku punya bisnis barang kuno dan akhirnya aku terjun di bisnis yang sama," terang Ena.

Bagi wanita berdarah Madura-Arab ini, barang antik memiliki suatu keindahan tersendiri, selain itu lebih bersifat tak lekang di makan usia. Maka ketika awal berbisnis pun ia mulai mengkoleksi furniture yang bisa dimanfaatkan untuk dipakai sendiri di rumahnya.

Tepatnya pada tahun 1999, Ena dan suaminya secara tak sengaja mendapati sebuah lahan kosong yang dijual di daerah Pandega Marta. Akhirnya ia beli dan dibangunanlah sebuah rumah yang hingga sekarang ia huni. Tanah seluas 318 meter persegi ini dibelinya ketika itu dengan harga yang sekitar Rp 40 juta, dengan harga tanah per meter Rp 350 ribu.

"Kata orang Jawa bisa dibilang pulung, karena mendapatkan tanah yang cocok, strategis dan murah," ujarnya.

Bangunan dirancang oleh Arsitek Sri Sudibyo, namun belum sampai membangun Arsiteknya sudah ke Bekasi. Lalu Ena dan suaminya nekad membangun sendiri rumahnya dengan bantuan tenaga tukang bangunan. Rumahnya di desain sesuai keinginan pasangan ini, bercorak etnik mediterania. Ena pun merasa surprise begitu rumahnya jadi.

"Sempat gak nyangka juga rumahnya akan sebagus ini, rumah ini tempat kami membesarkan anak-anak dari anak pertama sampai ketiga," ujarnya.

Halaman12
Penulis: tea
Editor: wid
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas