A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Rumah Ena Terlalu Banyak Kenangan - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Jogja

Rumah Ena Terlalu Banyak Kenangan

Minggu, 6 Januari 2013 12:07 WIB
Rumah Ena Terlalu Banyak Kenangan
TRIBUNJOGJA.COM/THERESIA T ANDAYANI
Ena dan keluarga
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
- Keluarga Mohammad Baabud dan Zainah Vadaq, adalah  pemilik Galeri Mutiara yang menyediakan berbagai barang kuno dan antik. Usahanya dimulai sejak 1995 dengan modal hanya Rp 5 juta, kini per bulan ia bisa memperoleh omzet hingga ratusan juta.

Produk yang dijualnya meja kuno yang telah dipoles kembali bisa terjual puluhan hingga ratusan juta. “Bapakku punya bisnis barang kuno dan akhirnya aku terjun di bisnis yang sama," terang Ena.

Bagi wanita berdarah Madura-Arab ini, barang antik memiliki suatu keindahan tersendiri, selain itu lebih bersifat tak lekang di makan usia. Maka ketika awal berbisnis pun ia mulai mengkoleksi furniture yang bisa dimanfaatkan untuk dipakai sendiri di rumahnya.

Tepatnya pada tahun 1999, Ena dan suaminya secara tak sengaja mendapati sebuah lahan kosong yang dijual di daerah Pandega Marta. Akhirnya ia beli dan dibangunanlah sebuah rumah yang hingga sekarang ia huni. Tanah seluas 318 meter persegi ini dibelinya ketika itu dengan harga yang sekitar Rp 40 juta, dengan harga tanah per meter Rp 350 ribu.

"Kata orang Jawa bisa dibilang pulung, karena mendapatkan tanah yang cocok, strategis dan murah," ujarnya.

Bangunan dirancang oleh Arsitek Sri Sudibyo, namun belum sampai membangun Arsiteknya sudah ke Bekasi. Lalu Ena dan suaminya nekad membangun sendiri rumahnya dengan bantuan tenaga tukang bangunan. Rumahnya di desain sesuai keinginan pasangan ini, bercorak etnik mediterania. Ena pun merasa surprise begitu rumahnya jadi.

"Sempat gak nyangka juga rumahnya akan sebagus ini, rumah ini tempat kami membesarkan anak-anak dari anak pertama sampai ketiga," ujarnya.

Aktif sebagai sosialita dan Ketua Arisan Happy Mommy ini menjadikan Ena selalu eksis. Selain itu wajah cantiknya sering menghiasi sampul majalah, surat kabar dan juga tabloid. Pun demikian dengan ketiga anaknya yang juga aktif sebagai foto model, Mahdy Reza (15), Mahda Rayhana (12) dan Muna Mahira (9) pernah menjuarai berbagai kompetisi foto model dan fashion show.

Sebagai bentuk apresiasi Ena, dibangunlah satu ruangan tersendiri di lantai dua, yakni perpustakaan dan ruang pamer. Di dinding terpajang ratusan kliping yang telah dipigura, mulai dari foto cover, fotomodel halaman mode majalah, artikel surat kabar yang memuat berita tentang Ena dan anak-anaknya, tertata rapi.

"Ini saja masih banyak yang belum dipasang, dindingnya sudah tidak muat lagi," kata Wanita kelahiran 29 Agustus 1975 ini.

Bagi Ena rumah yang sekarang dihuninya adalah rumah masa depan. Ia sendiri belum tahu sampai kapan akan menempati kediaman itu. Tapi dia bersyukur, kini rumahnya bisa menjadi tempat berteduh dan mendidik anak-anaknya.

"Memang sekarang sedang cari lahan baru tapi kalau rumah ini dijual, rasanya sayang. Sudah terlalu banyak kenangan," jelasnya. (*)
Penulis: tea
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
167584 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas