Sabtu, 29 November 2014
Tribun Jogja

Dua Perwira Polda Kalbar Terindikasi Narkoba

Selasa, 4 Desember 2012 08:16 WIB

Dua Perwira Polda Kalbar Terindikasi Narkoba
NET
Ilustrasi
TRIBUNJOGJA.COM, PONTIANAK - Kapolda Kalimantan Barat, Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto, mewujudkan janjinya untuk melakukan pemberantasan narkoba di internal. Bekerjasama  dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar, pihaknya melakukan tes urine secara mendadak terhadap 222 pimpinan dan personil kepolisian di Polda Kalbar, Senin (3/12/2012).

Pemeriksaan tes urine dimulai sejak pukul 08.30 WIB hingga pukul 12.00 yang dipimpin langsung Kapolda, Wakapolda, Kapolres, Kapolsek, Kasat, Pamen, Kabag, serta Staf di lingkungan Polda Kalbar. Dari hasil tes urine tersebut, dua perwira Polda Kalbar positif mengandung zat narkoba.  

"Hasil tes urine kita hari ini yang dilihat sendiri Pak Kapolda, Wakapolda, Pamen, Kapolres, Kapolsek, dan para Kasat  terhadap 222 orang, dua diindikasikan dalam urinenya ada kandungan morfin dan satunya lagi amfetamin," ujar Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalbar, Brigjen (Pol) Sugeng Heryanto kepada Tribun, usai pelaksanaan tes urine.

Dia mengapresiasi langkah Kapolda yang baru resmi menjabat sejak Sabtu pekan lalu yang telah melaksanakan tes urine kepada semua jajaran kepolisian daerah Kalbar.

"Saya mengatakan ini kandungan, bukan berarti yang bersangkutan memakai. Ini bukan pro yustisia, ini data awal. Kapolda ingin mengetahui data awal, sebelum memulai memimpin," paparnya.

Dua di antara angota kepolisian yang terindikasi narkoba ini dikatakannya merupakan perwira menengah dan perwira pertama. Mereka yang terbukti pemakai narkoba akan diserahkan kepada Kapolda. "Selanjutnya terserah beliau. Apa mau dibina saya serahkan. Kalau maupun direhabilitasi serahkan ke kami maka akan kita fasilitasi," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto, yang baru beberapa hari menggantikan Brigjen Pol Unggung Cahyono mengatakan tes urine ini langkah awal bagi dirinya sebagai Kapolda baru untuk memberantas narkoba di Kalbar mulai dari jajaran kepolisian.

"Pimpinan Polri mulai Kapolri sampai ke bawah tak henti- hentinya menegaskan pemberantasan narkoba. Kalau menyapu lantai harus dengan sapu yang bersih," tegasnya.

Dia mengatakan akan melakukan tindakan tegas kepada anggota yang positif terindikasi narkoba. "Begitu saya menginjakkan kaki di Kapolda Kalbar saya akan memberantas peredaran narkotika. Akan saya tertibkan siapa saja yang terlibat. Bagi anggota yang terlibat akan kami tindak lebih berat. Kita ada sanksi disiplin, sanksi diskresi, saksi etika, dan sanksi pidana,"  tegasnya.

Terkait dua anggota polisi yang urinenya positif mengandung zat narkoba, pihaknya mengatakan akan melakukan croscek ulang agar hasilnya benar-benar diketahui akurat.

"Dua orang terindikasi menggunakan zat adiktif, hanya saja yang satunya perlu kita dalami dengan pemeriksaan darah. Yang bersangkutan memang mengeluh sakit, secara fisik yang bersangkutan juga sakit. Namun, demikian saya tidak akan percaya begitu saja dengan kata-katanya, dan akan dibuktikan secara laboratoris," tukasnya.

Dikatakan, Polda bisa saja melakukan reahabilitasi terhadap anggota yang terindikasi pemakai narkoba. "Namun demikian dia juga harus menjalani proses seperti tindakan disiplin. Kalau nanti memang berkembang dia bukan sekadar pemakai dia akan menghadapi sidang di pengadilan," tegasnya.

Di kesempatan terpisah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak melakukan tes urine di Kecamatan Pontianak Timur, Senin (3/12/2012) pagi. Dari 82 orang, satu di antaranya terindikasi positif menggunakn narkoba. Ini merupakan kecamatan kedua setelah Kecamatan Pontianak Barat yang juga ditemukan satu orang oknum PNS terindikasi narkoba.

Mereka yang ikut tes urine tak semuanya PNS. Di antaranya termasuk satpam dan cleaning service. Sedangkan untuk PNS yang ada di Kecamatan Pontianak Timur terdiri dari tujuh kelurahan. Di antaranya Kelurahan Dalam Bugis, Tanjung Hulu, Tanjung Hilir, Saigon, Tambelan Sampit, Banjar Serasan, dan Parit Mayor.

Kepala BNN Kota Pontianak AKBP A Harun AR mengatakan  pihaknya akan menyerahkan satu orang yang terindikasi menggunakan narkoba kepada camat.

Ia mengapresiasi camat yang berinisiatif melakukan tes urine kepada PNS di lingkungan kerjanya. Diungkapkan pada 2013 BNNK kembali akan melakukan tes urine secara mendadak. "Diminta atau tidak kita akan lakukan tes urine tanpa diketahui instansi yang bersangkutan," kata Harun.

Camat Pontianak Timur Rizal S mengatakan ia ingin aparataurnya bebas narkoba. "Saya akan menyampaikan hal ini kepada BKD. Selanjutkan akan melakukan pembinaan terhadap satu orang yang terindikasi positif narkoba. Nantinya akan dilakuakan tes ulang lagi untuk melakukannya secara kontinu," lanjutnya.

Satu di antara PNS Agus M Nafis (52) mengapresiasi atas apa yang dilakukan BNNK sebagai upaya pencegahan penyebaran narkoba. PNS lainnya, Ali (52) juga mengutarakan hal serupa. (Tribun Pontianak/qky)
Editor: wid

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas