• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribun Jogja
Home » Ekbis » Market

Resep Original Warisan Oma Tini Juniati

Rabu, 21 November 2012 22:14 WIB
Resep Original Warisan Oma Tini Juniati
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
-  Nama Mirota Bakery rasanya sudah akrab di telinga masyarakat Yogya. Beraneka pilihan Cake, Roti dan Pastry tersedia lengkap, tak cuma itu saja tersedia pula restoran yang menyajikan masakan khas Indonesia. Nama Mirota sendiri adalah singkatan dari MInuman, ROti, TAart, nama ini kini menjadi brand yang sangat populer di Yogyakarta.

Perjalanan Mirota Bakery sudah lebih dari 50 tahun. Sebuah perjalanan panjang untuk bisa sampai di usia emas ini. Keberhasilan ini tentu saja tak lepas dari perjuangan para perintis Mirota  Tini Juniati, istri Hendro Sutikno, yang pada awal tahun 1960 mendirikan toko roti ini disebuah garasi kecil di Jl. FM. Noto No. 7 Kotabaru, yang kini menjadi perusahaan roti legendaris di Yogyakarta.

Pada masa-masa merintis usaha Tini Juniati, juga banyak dibantu oleh beberapa kerabat seperti R. Soesalit putra satu-satunya RA Kartini dan Mr Kasmat Bahoewinangoen, yang tak lain adalah para tetangga di lingkungan sekitar Kotabaru. Bukan bantuan modal tapi karena kemurahan hatinya memberikan pinjaman peralatan memasak, panci, piring yang dulu dipinjam pun sampai sekarang menjadi kenangan tersendiri.

Tepatnya pada 23 November 1967, Mirota Bakery diwariskan oleh Niniek Wijayanti, anak dari Tini Juniati. Lalu Niniek menetapkan tanggal 23 November sebagai hari jadi Mirota Bakery. Tini Juniati memulai dengan membuat kue dan roti ala Belanda. Sedangkan di masa generasi kedua yaitu Niniek Wijayanti mulai melengkapi dengan produk ala Perancis seperti Croissant dan Danish Pastry yang sebelumnya tidak ada. Pada masa-masa inilah Niniek Wijayanti banyak mendatangkan Baker dari luar negeri, baik untuk mengajar beliau ataupun mengadakan baking demo yang dihadiri masyarakat luas.

Kemahiran itu pun akhirnya ditularkan pada putri Niniek yakni Dewi Priamsari, generasi ketiga yang kini menjabat sebagai General Manager Mirota Bakery, yang hingga kini memimpin perusahaan roti ini.  

“Sudah menjadi tanggung jawab saya untuk meneruskan usaha keluarga yang telah dirintis Oma. Terutama roti-roti warisan yang memang sudah dibuat turun temurun rasanya pun masih sama,” ucap wanita yang akrab disapa Arie ini kepada Tribun Jogja, belum lama ini.

Arie yang merupakan anak ketiga Niniek Wijayanti ini mengatakan hingga kini sudah ada sekitar 300 varian roti dan cake yang diciptakan dari generasi pertama hingga ketiga. Dan semua jenis roti itu masih memiliki original recipie dan cara pengolahan yang benar-benar berbeda dengan cara pengolahan roti masa kini.

Sebut saja  Spekkoek, Sus vla, Pizza Sosis dan Macaroni Panggang yang legendaris buatan Oma. Ketika itu Niniek tak hanya diam meneruskan usaha warisan tersebut, melainkan juga melakukan banyak pengembangan menu. Hingga pengembangan menu pada generasi ketiga yang antara lain ada Lapis Surabaya dan Klappertaart.

Arie mengatakan jika dibuat persentase, produk yang asli peninggalan Tini Juniati tinggal sekitar 10 persen. Dari generasi kedua Niniek Wijayanti 40 persen. Sedangkan generasi ketiga  termasuk pengembangan varian baru dari produk generasi sebelumnya 50 persen.

“Misalnya saja dulu hanya ada Spekkoek rasa original, sekarang dikembangkan menjadi 7 rasa yang berasal dari pengembangan resep dasar,” ujar Arie.

Hingga kini berbagai kue-kue kering juga masih menggunakan resep pakem dari Tini Juniati. Resep turun-temurun dan tetap menjaga kualitas produk membuat pelanggan lama tetap setia dan pelanggan baru pun berdatangan.

Arie menyatakan, roti dan kue dibuat dengan menggunakan bahan-bahan kualitas terbaik, namun harga jualnya terjangkau. Rahasia roti dan cake buatan Mirota Bakery adalah selalu menggunakan bahan-bahan alami yang diolah secara higienis serta tidak menggunakan bahan pengawet.

“Sebab bila menggunakan bahan pengawet, roti dan cake tidak otomatis bisa bertahan sampai tiga hari,” jelasnya. (*)
Penulis: tea
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
120644 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas