• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Jogja

REI Siapkan Roadmap Rusun Murah

Rabu, 21 November 2012 08:33 WIB
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kota-kota besar, Real Estat Indonesia (REI) tengah menyiapkan roadmap pembangunan rumah susun (rusun) murah bagi mereka.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat REI Setyo Maharso menilai sudah saatnya pemerintah merealisasikan konsep penataan kota back to the city. Untuk mengatasi kepadatan kota dan mengurai kemacetan.  

"Masyarakat yang penghasilan rendah tiggal di pingiran, mereka sehari-hari menggunakan sepeda motor untuk bekerja di wilayah tengah kota," ujarnya saat ditemui wartawan pada Rakerda REI Yogyakarta, belum lama ini.

Salah satu upaya kongkrit yang bisa dilakukan adalah membangun rumah susun murah. REI mengaku siap jika diminta membantu. Namun hambatan ada pada kebijakan pemerintah.

"Peraturan Pemerintah segera terbit pada akhir tahun ini. Hal ini sesuai dengan waktu satu tahun setelah penetapan Undang-Undang Rusun pada November 2011 lalu,” harapnya.

Saat ini REI tengah menyusun roadmap pembangunan hunian murah. Nantinya, pembinaan akan dilakukan secara berjenjang oleh pemerintah pusat, provinsi, kota/ kabupaten dan pengembang.

Setyo menyatakan, pihaknya berusaha mengadopsi konsep perumahan murah di Filipina. Di negara itu, rusun atau rumah petak bagi rakyat tidak selalu dijual. Sistem itu dia nilai cocok bagi karakter pembeli properti Indonesia.

"Konsepnya mereka menyewa, jadi tidak harus membeli. Orang Indonesia kalau sewa seringnya tidak melihat berapa besaran bunga, melainkan berapa besaran angsurannya. Jadi biaya yang harus dikeluarkan terkesan lebih kecil," ungkapnya.

Sekjen REI DPD DIY, Nur Andy Wijayanto mengatakan, peraturan mengenai kewajiban pembangunan rusun sederhana secara prinsip baik untuk mendukung konsep kebijakan perumahan berimbang.

"Namun di sisi lain pengembang yang biasa bermain di rusun mewah atau apartemen karena harus juga bermain di level yang kecil," ujarnya.

Menurutnya pemerintah juga harus berperan untuk mewujudkan rusun murah karena komponen harga tanah di Yogyakarta terlalu dominan. Selain itu ia menilai perlu dorongan perbankan agar mau memberikan kredit bagi pembeli rusun sederhana. “Pembangunan rusun sederhana tak harus di tengah kota, bisa juga daerah pinggiran seperti Bantul karena harga tanahnya lebih murah ketimbang di Kota Yogya,” tutupnya.(*)
Penulis: vim
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
119904 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas