A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Harga Daging Sapi di DIY Tembus Rp 90 Ribu Per Kilo - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 1 September 2014
Tribun Jogja
Home » Ekbis » Market

Harga Daging Sapi di DIY Tembus Rp 90 Ribu Per Kilo

Selasa, 20 November 2012 10:15 WIB
Harga Daging Sapi di DIY Tembus Rp 90 Ribu Per Kilo
TRIBUNJOGJA/BRAMASTO ADHY
Seorang pedagang menata daging sapi yang harga jualnya di Pasar Beringharjo, Yogyakarta.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hari Susmayanti, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO
- Harga daging sapi di pasar tradisional di beberapa daerah di DI Yogyakarta dan Jawa Tengah mulai mengalami lonjakan. Bahkan pada perdagangan Senin (19/11/2012), harga daging sapi sudah menembus Rp90 ribu. Harga ini termasuk tertinggi di wilayah Yogyakarta.

Sejak Idul Adha, harga daging sapi di pasar tradisional di Kulonprogo sudah mengalami kenaikan sebanyak dua kali. Kenaikan pertama terjadi pada 30 Oktober lalu dari Rp76 ribu per kilogram menjadi Rp 80 ribu perkilogram. Setelah itu kembali naik pada 14 November dari Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu.

Akibat kenaikan harga sapi ini, para pedagang mengaku omzet penjualannya mengalami penurunan sebesar 50 persen. Seorang pedagang di Pasar Wates, Maman (40), mengaku kenaikan harga daging sapi menyebabkan penjualan berkurang. Sebagian besar pembelinya pun  hanya  berasal dari kalangan pedagang bakso dan rumah makan. Sedangkan ibu rumah tangga hanya sedikit yang membeli daging sapi.

"Harga daging sapi sangat mahal, sehingga penjualan berkurang hingga 50 persen," kata Maman saat ditemui di kios daging di Pasar Wates, Senin (19/11/2012).

Maman menjelaskan, para pedagang daging sapi di Pasar Wates tidak bisa berbuat banyak karena harga sudah ditetapkan asosiasi pengusaha pemotongan sapi di Bantul. Para pedagang hanya mengikuti mekanisme harga di pasaran. Selama ini para pedagang mendatangkan daging sapi dari wilayah Bantul sehingga harga sudah ditentukan dari pemasoknya.

Setiap kali mengalami kenaikan, pihak asosiasi pengusaha penyembelihan sapi akan mengirimkan surat pemberitahuan. Para pedagang pun tidak bisa menolaknya dan menjual daging sesuai dengan harga yang sudah ditentukan. "Harga daging sapi ditentukan oleh asosiasi," ucapnya.

Kenaikan harga daging juga terjadi di Gunungkidul. Kenaikan ini secara umum berkisar Rp4 ribu hingga Rp5 ribu dari harga sebelumnya. Kenaikan harga tersebut dirasakan sejak 10 hari terakhir. "Sekarang harga beli daging sapi sangat mahal," jelas Darmono, seorang pedagang daging di Pasar Argosari, Wonosari.

Ia menjelaskan harga komoditas daging sapi kualitas baik dari harga normal Rp80 ribu rupiah, saat ini menjadi Rp85 ribu rupiah. Sementara harga daging kualitas super mencapai Rp90 ribu dari harga normal Rp85 ribu.

Menurut Darmono, kenaikan harga tersebut akibat minimnya pasokan sapi hidup di pasaran. Juga akibat meningkatnya kebutuhan daging di beberapa kota besar, yang cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir. "Karena naiknya harga ini, pembeli juga turun," jelasnya. Ia menyebut rata-rata penurunan pembeli mencapai 50 persen dari rata-rata setiap hari.(*)
Penulis: has
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
118903 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas