• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 24 Oktober 2014
Tribun Jogja

Megawati dan SBY Akhirnya Berjabat Tangan

Rabu, 7 November 2012 15:25 WIB
Megawati dan SBY Akhirnya Berjabat Tangan
TRIBUN/DANY PERMANA
Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, memberi hormat kepada mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri, bersama wakil Presiden RI, Boediono (dua kanan), dalam acara penganugerahan gelar pahlawan bagi Soekarno dan Muhammad Hatta, di Istana Negara, Rabu (7/11/2012). Pasangan proklamator Soekarno-Hatta baru dianugerahi gelar pahlawan menjelang hari pahlawan 10 November 2012, setelah 67 tahun Indonesia merdeka.
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Kedatangan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012), dalam acara pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soekarno-M Hatta, menjadi perhatian tersendiri. Putri Soekarno itu akhirnya berhadapan lagi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mantan menteri dalam kabinetnya saat ia menjabat presiden.

Selain Megawati, hadir keturunan Soekarno lain, yakni Guntur Soekarnoputra, Rachmawati Soekarnoputri, Sumawati Sukarnoputri, dan Guruh Soekarnoputra. Mereka membawa serta cucu-cucu Soekarno.

Selama acara, Megawati berdiri dijajaran Wakil Presiden Boediono bersama pimpinan lembaga tinggi negara, di antaranya, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MK Mahfud MD, Ketua BPK Hadi Purnomo, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari dan Melani Leimena Suharli. Tepat di depan Megawati berdiri Presiden.

Prosesi diawali pembacaan Keputusan Presiden Nomor 83/TK/Tahun 2012 dan Nomor 84/TK/Tahun 2012 yang berisi pengaugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soekarno-Hatta. Kemudian, Presiden menyerahkan gelar secara resmi kepada Guntur dan Meutia Hatta yang mewakili keluarga.

Setelah itu, Presiden memberikan pidato terkait pemberian gelar. Selama pidato, Megawati hanya sesekali melihat Presiden. Sambil menenteng tas dan kipas, Megawati lebih banyak melihat sekitar ruangan.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu tak memberi tepuk tangan setelah Presiden selesai menyampaikan pidato. Adapun, Marzuki dan Boediono yang berdiri disamping Megawati, maupun para pejabat lain bertepuk tangan.

Setelah berpidato, Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono, serta Boediono dan Herawati memberikan selamat kepada Guntur dan Meutia. Megawati mengikuti di belakang mereka. Setelah menyalami, Yudhoyono dan Boediono berdiri di samping Guntur dan Meutia.

Setelah menyalami serta mencium pipi kiri dan kanan Guntur dan Meutia, Megawati akhirnya berhadapan dengan Yudhoyono. Jabat tangan pun dilakukan keduanya. Tentunya tanpa cium pipi kiri dan kanan. Megawati maupun Yudhoyono tampak saling tersenyum.

Acara berakhir dengan pemberian selamat para undangan kepada seluruh keluarga Soekarno-Hatta. Megawati ikut dalam barisan keluarga Soekarno. Kali ini, Yudhoyono tak menyalami lagi Megawati. Mungkin lantaran sudah berjabat tangan.

Seperti diketahui, sejak Yudhoyono menjadi Presiden tahun 2004, Megawati nyaris tak pernah hadir dalam acara kenegaraan di Istana. Setiap peringatan HUT RI, istri Ketua MPR Taufiq Kiemas itu memilih memeringatinya di Kantor DPP PDI-P di Lenteng Agung, Jakarta. Hubungan keduanya memang tak harmonis sejak saling berhadapan pada Pemilu Presiden 2004.

Selama ini, Mega hanya datang ke Istana saat Presiden menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk Presiden AS Barack Obama pada 2010.

(Tribunjogja.com)
Editor: igy
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
105313 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas