Idul Adha

Perjanjian Gencatan Senjata di Suriah Tak Tercapai

Pemberontak mencoba menyerang pangkalan angkatan darat Wadi al-Daif, yang terletak kurang dari satu kilometer dari jalan raya Damaskus-Aleppo.

Perjanjian Gencatan Senjata di Suriah Tak Tercapai
BBC Indonesia
TRIBUNJOGJA.COM, DAMASKUS - Meski gencatan senjata Idul Adha sudah disepakati, pertempuran tetap terjadi di pinggiran Damaskus dan di sekitar basis angkatan darat di wilayah utara Suriah, Jumat (26/10/2012). Demikian pernyataan kelompok oposisi.

Di kota Harasta, dekat Damaskus, tembakan tank dan penembak jitu menewaskan sedikitnya tiga orang. Pemberontak di dekat perbatasan Turki mengatakan, penembak jitu militer Suriah menewaskan seorang anggota pemberontak. Sementara sejumlah jurnalis mendengar suara tank yang terus bergerak.

"Kami tak percaya gencatan senjata bisa tercapai. Tak ada Idul Adha untuk pemberontak di garis depan. Satu-satunya Idul Adha bagi kami adalah kebebasan," kata Basel Eissa seorang komandan pemberontak, kepada Reuters.

Organisasi Pengamat HAM Suriah yang berbasis di London  mengatakan, pemberontak mencoba menyerang pangkalan angkatan darat Wadi al-Daif, yang terletak kurang dari satu kilometer dari jalan raya Damaskus-Aleppo.

Mengutip dari anggota kelompok oposisi, organisasi ini mengatakan, militer Suriah menembakkan enam roket ke distrik Khalidiya di kota Homs yang terkepung. Tembakan roket ini melukai dua orang dan menghancurkan sejumlah rumah.

Sebelumnya, pemerintahan Presiden Bashar al-Assad mengumumkan menerima usulan gencatan senjata selama empat hari untuk menghormati Idul Adha.

"Untuk menghormati Idul Adha, panglima angkatan bersenjata mengumumkan untuk menghentikan sementara semua operasi militer di seluruh wilayah Republik Arab Suriah, dimulai Jumat pagi hingga Senin," demikian pernyataan resmi Angkatan Darat Suriah.

Meski demikian, Angkatan Darat Suriah menegaskan tetap akan merespon dan membalas jika pemberontak tetap melakukan serangan.

Seorang komandan kelompok oposisi terbesar Free Syrian Army mengatakan, para pejuangnya akan menghormati gencatan senjata ini. Namun, ia mendesak Presiden Assad memenuhi tuntutan pemberontak, yaitu membebaskan ribuan tahanan politik.

Beberapa kelompok pejuang Islam, termasuk Nusra Front, mengabaikan gencatan senjata ini. Namun, setelah baku tembak sepanjang malam di Aleppo, Damaskus, dan wilayah barat Suriah, aksi kekerasan mulai berkurang.

(Tribunjogja.com)

Editor: igy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved