A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Gelar Sri Sultan HB X Belum Terakomodir di Grand Design Keistimewaan - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
Rabu, 23 April 2014
Tribun Jogja

Gelar Sri Sultan HB X Belum Terakomodir di Grand Design Keistimewaan

Minggu, 21 Oktober 2012 16:59 WIB
Gelar Sri Sultan HB X Belum Terakomodir di Grand Design Keistimewaan
Tribunjogja/Hendy Kurniawan
Sri Sultan HB X
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hendy Kurniawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Grand design keistimewaan DIY dinilai belum mengakomodir gelar yang melekat pada Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Raja Keraton Yogyakarta. Gelar Sri Sultan yang dimaksud yakni Senopati Ing Ngalogo Sayidin Panotogomo Abdulrahman Khalifatullah Tanah Jawi Ingkang Jumeneng Wonten Ing Ngayogyakarto Hadiningrat.


Hal tersebut diungkapkan anggota Fraksi PKS DPRD DIY, Agus Sumartono, saat rapat sosialisasi UUK DIY antara legisltatif dan eksekutif di ruang rapat paripurna lantai II Gedung DPRD DIY, akhir pekan lalu. 


"Tim grand design perlu menjabarkan gelar tersebut ke dalam Perdais. Dalam penjabaran UU nomor 13 tahun 2012 tentang keistimewaan DIY gelar itu belum muncul pada Perdais. Padahal sedari awal berdirinya Keraton, gelar itu sudah melekat," terang politisi yang akrab disapa Gus Ton ini.


Menurutnya, implementasi gelar yang dimiliki setiap raja Keraton Yogyakarta ini bisa dijabarkan dalam bentuk pembangunan spiritual. Seperti menumbuhkan kehidupan keagamaan, pembangunan karakter, mentak serta moralitas masyarakat.


"Saya khawatir tentang gelar itu tidak dianggap penting oleh masyarakat DIY. Padahal hal tersebut sangat berkaitan dengan masalah spiritual. Jika soal spiritual tidak menjadi prioritas, maka masalah moralitas juga tidak dianggap penting," ujar Gus Ton.(*)

Penulis: hdy
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
86274 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas