• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribun Jogja

Belajar Membuat Blangkon

Rabu, 17 Oktober 2012 16:01 WIB
Belajar Membuat Blangkon
Tribunjogja/Hanan Wiyoko
Masyarakat adat Bonokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah belajar membuat blangkon.
Untuk pertama kalinya, masyarakat adat Bonokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah belajar membuat blangkon.

TERAS rumah Suwarto, pemangku adat komunitas Bonokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Banyumas, Jawa Tengah terlihat ramai. Sebelas laki-laki berkumpul, Selasa (16/10/2012) siang kemarin.

Mereka lesehan di lantai mengelilingi Setjo Wikarto (48). Apa yang disampaikan dan dicontohkan pria asal Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Cilacap ini diperhatikan secara seksama. Selama sehari, Setjo Wikarto menjadi guru untuk melatih membuat blangkon.

"Biasanya kami hanya mengenakan iket (ikat kepala) saat upacara adat. Ini pertamakali latihan membuat blangkon" kata Suwarto.

Ia menambahkan, tak semua penganut Bonokeling terampil membuat iket. Diharapkan blangkon nantinya bisa mengganti fungsi iket sebagai penutup kepala yang dirasa lebih praktis.

Pada para peserta, Setjo Wikarto mengajarkan empat tahap. Pertama, rimpel. Kain bahan iket dilipat kecil-kecil memanjang. Kedua, membuat kerangka dalam berupa seukuran batok kepala. Tahap ketiga menempelkan ikatan rimpel ke kerangka blangkon. Sedangkan terakhir, finishing dengan melakukan penjahitan.

"Kalau sudah lancar sehari bisa menyelesaikan dua blangkon. Tapi kalau diselingi pekerjaan lain bisa berminggu-minggu baru selesai," kata Setjo Wikarto sambil bergurau.

Blangkon yang diajarkan pada peserta adalah gaya Banyumasan. Menurut ceritanya, blangkon sebagai penutup kepala khas Jawa ada empat gaya, yakni gaya Solo, Yogya, Kedu dan Banyumas.

"Blangkon Banyumas tak memiliki jendolan seperti gaya blangkon daerah lain," katanya sambil menunjukkan blangkon Banyumas yang datar di bagian belakang.

Bila nantinya berhasil, ia berharap blangkon produk Bonokeling bisa dipasarkan. Hasilnya lumayan. Satu blangkon bisa dijual Rp 30.000 per satuan.

"Membuat blangkon gampang-gampang susah. Harus teliti," komentar seorang peserta, Hadi, warga setempat. Hingga menjelang siang, dari pelatihan tersebut sudah jadi dua blangkon.(*)
Editor: evn
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
81944 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas