Senin, 24 November 2014
Tribun Jogja

Video Penganiayaan Wartawan oleh Anggota TNI AU Beredar di Youtube

Selasa, 16 Oktober 2012 18:26 WIB

Video Penganiayaan Wartawan oleh Anggota TNI AU Beredar di Youtube
Tribunjogja
Video penganiayaan wartawan oleh TNI AU saat meliput pesawat TNI jatuh di Riau beredar di Youtube
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Video penganiayaan anggota TNI AU kepada Fotografer Riau Pos, Didik Herwanto saat hendak mengambil gambar di lokasi jatuhnya pesawat TNI AU, Selasa (16/10/2012) beredar di YouTube.

Video tersebut berjudul 'Pesawat TNI AU Jatuh, Wartawan Riau Pos Dianiaya' dipostingkan Riaupos. Di rekaman video itu awalnya menggambarkan suasana pascajatuhnya pesawat tempur Hawk 200 milik TNI AU di Desa Pasir Putih, Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau Selasa pagi.

Saat tengah mengambil gambar itu si perekam video kemudian mengalihkan kamera ke arah keributan. Rupanya seorang fotografer, Didik, tengah dianiaya anggota TNI AU.

Saat itu Didik yang mengenakan baju hijau terlihat ditendang, dipukul, lalu dicekik oleh anggota TNI AU. Terdengar juga teriakan seorang pria "Ambil...ambil kameranya..ambil..ambil,". Tak berapa lama, petugas yang mengenakan seragam pemadam kebakaran mengambil kamera Didik.

Saat aksi kekerasan terjadi juga terdengan teriakan ibu-ibu agar petugas TNI itu menghentikan aksi brutalnya."Hei..jangan..hei jangan..," demikian teriaknya. Namun anggota TNI itu tak menghiraukan dan tetap menghajar Didik.

Video berdurasi 3:16 menit yang diunggah sekitar pukul 13.00 WIB itu hingga pukul 18.10 WIB telah dilihat sebanyak 308 kali.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat sendiri mengakui para wartawan dihalangi untuk mengambil gambar pesawat tempur Hawk 200 milik TNI yang jatuh tersebut.

"Iya memang begitu. Kalau untuk pesawat tempur kan rahasia ya. Nanti kalau misalnya (pesawatnya) bawa bom, nanti situ (wartawan) yang kena bomnya. Sebetulnya ada kerahasiaannya juga," kata Sufaat di Istana Negara Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Sebelumnya juga diberitakan, lima wartawan dan dua warga sipil dianiaya oleh anggota TNI AU saat hendak meliput jatuhnya pesawat Hawk 200. Para wartawan yang dianiaya adalah Didik dari Riau Pos, Rian Anggoro dari Antara, Robi dari Riau Tv, Wartawan TV One dan seorang wartawan yang masih belum diketahui identitasnya. (*)



Penulis: evn
Editor: evn

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas