A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

6 Kecamatan di Gunungkidul Rawan Longsor - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 24 Agustus 2014
Tribun Jogja

6 Kecamatan di Gunungkidul Rawan Longsor

Kamis, 11 Oktober 2012 23:03 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL
- Sebanyak enam kecamatan di wilayah Gunungkidul dipetakan sebagai lokasi rawan tanah longsor. Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Budi Harjo menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan antisipasi dan sosilisasi kepada masyarakat untuk terus waspada.

Budi menyebutkan enam kecamatan yang rawan longsor antara lain kecamatan Patuk, kecamatan Gedangsari, kecamatan Nglipar, kecamatan Semin, kecamatan Ngawen dan sebagian kecamatan Ponjong.

“Wilayah-wilayah yang termasuk rawan tanah longsor biasanya merupakan perbukitan,” jelasnya kepada Tribun Jogja, Kamis (11/10/2012).

Selain itu faktor yang menjadi pemicu terjadinya longsor adalah konstruksi tanah dan batuan di enam wilayah tersebut. Menurut Budi, tanah di wilayah rawan longsor cenderung labil sehingga jika hujan mengguyur, tanah mudah terkikis. “Sehingga mudah sekali terjadi tanah longsor,” jelasnya.

Sebagai upaya untuk mengantisipasi, pihaknya juga terus melakukan monitoring dan sosialisasi kepada masyarakat. Termasuk menyarankan masyarakat yang tinggal di wilayah perbukitan berbahaya, untuk relokasi bila diperlukan.

“Banyak juga yang tidak mau direlokasi karena satu-satunya tanah hanya di perbukitan. Maka memang warga perlu memiliki lahan lain agar bisa berpindah sewaktu-waktu,” ulas Budi. (*)
Penulis: ais
Editor: wid
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
76313 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas