A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Bagaimana Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan? - Tribun Jogja
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Jogja

Bagaimana Balik Nama Sertifikat Tanah Warisan?

Selasa, 25 September 2012 17:08 WIB
TRIBUN, mohon informasi prosedur balik nama sertifikat tanah warisan. Luas tanah dibagi menjadi dua bagian. Terima kasih.

+6281228335xxx

UNTUK menyelesaikan masalah pertanahan semacam itu, pemohon harus melalui tiga tahap kepengurusan, yakni proses peralihan hak waris, proses pemecahan tanah, dan proses pembagian hak bersama.

A. Proses Peralihan Hak Waris
Untuk balik nama kepada ahli waris, Anda dapat mengajukan permohonan peralihan hak pewarisan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:
1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup.
2. Surat kuasa apabila dikuasakan.
3. Fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KK, KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
4. Sertifikat asli.
5. Surat keterangan waris sesuai peraturan perundang-undangan.
6. Akta wasiat notariel.
7. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket dan penyerahan bukti SSB (BPHTB).
8. Penyerahan bukti SSB.

Jangka waktu pengurusan peralihan hak selama lima hari kerja. Setelah itu, pemohon akan mendapatkan sertifikat utuh. Berikutnya, pemohon mengajukan proses pemecahan tanah.

B. Proses Pemecahan Tanah
Persyaratan pengajuannya sebagai berikut:
1. Formulir permohonan pemecahan tanah yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya dengan materai cukup.
2. Surat kuasa apabila dikuasakan.
3. Fotokopi identitas pemohon (KTP,KK) dan kuasa apabila dikuasakan.
4. Sertifikat asli.
5. Izin perubahan penggunaan tanah apabila terjadi perubahan penggunaan tanah.
6. Permohonan izin pecah tanah dengan menyebutkan alasan pemecahan serta melampirkan sket pemecahan yang ditandatangani oleh semua ahli waris.
7. Pernyataan bahwa pemecahan bukan untuk pengembang.

Setelah melengkapi berkas, BPN akan melakukan pengukuran tanah untuk mendapatkan hasil akhir berupa dua sertifikat tanah. Berikutnya, pemohon mengajukan proses pembagian hak bersama.

C. Proses Pembagian Hak Bersama
Persyaratannya meliputi:
1. Formulir permohonan yang sudah diisi dan ditandatangani pemohon atau kuasanya di atas materai cukup.
2. Surat kuasa apabila dikuasakan.
3. Fotokopi identitas pemohon/para ahli waris (KK, KTP) dan kuasa apabila dikuasakan, yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket.
4. Sertifikat asli.
5. Akta pembagian hak bersama dari PPAT.
6. Izin pemindahan hak apabila di dalam sertifikat/ keputusannya dicantumkan tanda yang menyatakan bahwa hak tersebut hanya boleh dipindahtangankan jika telah diperoleh izin dari instansi yang berwenang.
7. Fotokopi SPPT PBB tahun berjalan yang telah dicocokkan dengan aslinya oleh petugas loket dan penyerahan bukti SSB (BPHTB).
8. Penyerahan bukti SSB (BPHTB) dan bukti SSP/PPH untuk perolehan tanah lebih dari Rp 60 juta rupiah.

Untuk besaran biayanya, disesuaikan dengan harga dan luas tanah. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan datang langsung ke kantor BPN setempat.

Subseksi Peralihan Pembebanan Hak dan PPAT
Penulis: igy
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas