• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Jogja

Jokowi Ada di Ramalan Cupu Kyai Panjolo

Rabu, 19 September 2012 09:15 WIB
Jokowi Ada di Ramalan Cupu Kyai Panjolo
tribun jogja/agung ismiyanto
BERJUBEL - Ribuan orang berjubel di rumah Dwijo Sumarto di Dusun Mendak, Girisekar, Panggang, saat digelar ritual cupu panjala, Selasa (18/9) dini hari.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL -
Ritual pembukaan Cupu Kyai Panjolo dihelat, Selasa (18/9/2012) dini hari. Ribuan orang yang berasal dari berbagai wilayah DIY, Jawa Tengah dan daerah lain larut dalam tradisi unik yang diselenggarakan di Dusun Mendak, Girisekar, Panggang. Bahkan, beberapa peserta menginterpretasikan simbol yang terbaca merupakan keadaan ekonomi, politik dan sosial saat ini.

Tradisi pembukaan Cupu Kiai Panjolo ini, rutin digelar setiap tahun di malam Selasa Kliwon dan dilaksanakan di rumah Dwijo Sumarto. Ritual unik ini masih terus mendapatkan antusias dari masyarakat. Bahkan beberapa peserta rela duduk lesehan selama hampir tujuh jam di dalam maupun di luar rumah.
Semua peserta yang datang, sebelumnya menyantap hidangan berupa suwiran ingkung ayam dan nasi kecambah. Setelah diadakan kenduri sekitar pukul 22.00. Setelah itu semua peserta menanti pembukaan kain kafan yang membungkus peti yang berisi cupu (guci) kyai Panjolo.

Cupu Panjolo yang diletakkan dalam kotak kayu tertutup ukuran lebar 35 cm panjang 20 Cm tinggi 15 Cm yang dibungkus kain kafan, besarnya hampir sama sekarung beras 50 kg, meski hanya berujud tiga buah guci masing-masing berukuran sekitar sekepal tangan orang dewasa. Warnanya hijau kekuningan. Konon umurnya hingga kini sudah sekitar 500 tahun. Cupu paling besar bernama Semar Kinandu, yang agak kecil Kalang Kinantang sedang yang paling kecil Kenthiwiri.

Saat sesepuh dan ahli waris Cupu Kyai Panjolo, Dwijo Sumarto, membuka lembar kain, terdapat beberapa bercak dalam kain kafan yang dibacakan dalam bentuk simbol. Di lembar kain kafan, ada 59 hal yang terbaca seperti adanya gunung mengeluarkan asap di sebelah timur, sementara di sebelah selatan terdapat penampakan Petruk Joget.
Lantas setelah pembacaan simbol tersebut, beberapa orang menerjemahkan sebagai salah satu tokoh yang ada di Pilkada Jakarta, Jokowi. Sementara itu, simbol-simbol lain yang ekstrim adalah pulau Sumatera yang terbalik. Sementara pulau Jawa aman. (ais)


Penulis: ais
Editor: tea
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas