Sabtu, 22 November 2014
Tribun Jogja

10 Jurus Menaklukkan Hati Calon Mertua

Selasa, 18 September 2012 12:38 WIB

10 Jurus Menaklukkan Hati Calon Mertua
foto : Internet
Ilustrasi
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Niat meminang pujaan hati tersandung restu dari calon mertua? Jangan langsung memvonis calon mertua jahat, jual mahal atau galak.

Siapa tahu, perilaku kita saat berkunjung ke rumah calon mertua kurang simpatik. Karena itu, pelajarilah tutur kata, bahasa tubuh dan apa yang sebaiknya dilakukan tiap mengunjungi rumah calon istri, rumah calon mertua.

Berikut ini 10 hal yang perlu dipahami dan diterapkan mereka yang ingin meluluhkan hati mertua dan mengantongi restu.

1. Membawa buah tangan
Ini adalah etiket dasar berkunjung. Meski si dia dengan jelas mengatakan bahwa  orangtuanya tidak mengharapkan apa-apa dari Anda. Hal yang terbaik adalah jangan muncul dengan tangan kosong. Jika Anda datang hanya untuk undangan makan siang di Mhari Minggu, pertimbangkan untuk membawa hidangan penutup seperti rainbow cake, red velvet atau buah.

Sebaliknya jika Anda berencana untuk menghabiskan waktu lebih lama dari makan bersama, bawakan sesuatu yang disukai orang tua pacar, buku, tanaman hias, satu kotak cokelat, kue kering kegemaran ibu atau ayahnya. Intinya hal yang mereka sukai atau menarik hati mereka.

2. Berpakaian sopan

Karen Sherman, PhD, Psikolog sekaligus seorang pakar realtionship menyarankan, agar Anda bermain aman dengan mengenakan pakaian klasik atau pilih sesuatu yang konservatif. Pilihan ini bijak, apalagi jika Anda tidak mengetahui pasti gaya hidup keluarga sang pacar. Jangan memakai pakaian terlalu ketat atau terbuka serta tak perlu berdandan berlebihan dengan mengenakan perhiasan besar-besar, make-up tebal. Blus panjang dan legging bisa jadi pertimbangan.

3. Puji selera ibunya
Temukan sesuatu yang Anda suka entah itu warna cat tembok rumahnya, dekorasi ruang tamu, makanan yang dimasak ibunya.  Karen Sherman sang psikolog berpendapat hal ini akan menyiratkan Anda menghargai semua pekerjaan yang ibunya lakukan.

4. "Bonding" dengan saudaranya

Tanyakan adiknya tentang kelas balet, atau kakaknya tentang tim olahraga favoritnya. "Semua orang ingin merasa diperhatikan," kata Karen Sherman. Dan tidak ada salahnya untuk mendapatkan acungan jempol dari keluarga terdekat.

5. Puji kebaikan putra mereka

Orang tua ingin mengetahui bahwa Anda memuja dan menyayangi  anaknya sama seperti mereka. Puji cara ia memperlakukan Anda dengan sangat sopan. Katakan si dia adalah orang yang dikagumi rekan kerjanya atau teman-temannya sering meminta nasihat si dia. Beritahukan hal-hal baik tentang putra mereka. Hal ini tak akan sulit sebab Anda membicarakan orang yang Anda cintai.

6. Jangan terlalu mesra

Tentu saja sang camer akan bahagia melihat Anda benar-benar menyukai anaknya, tetapi mereka tidak suka melihat kalian saling berdempetan sepanjang hari, saling menyentuh atau meraba-raba satu sama lain (punggung, tangan pipi).

Lupakan gestur mesra yang sering kalian perlihatkan di muka publik seperti berpelukan, merangkul, bersandar dibahunya apalagi menciumnya. Tahan semua keinginan tersebut hingga kalian keluar dari rumah.

7. Ringan tangan

Jadilah tamu yang baik dengan menawarkan diri membantu mencuci piring atau merapikan meja setelah makan. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka bahkan lebih baik lagi, hal ini menunjukan bahwa Anda bersedia dan siap membaur dalam dinamika keluarga.

8. Ikuti aturan main keluarganya

Apakah keluarga mereka bangun pagi? Apakah orang tuanya tipe yang  menjadwalkan kegiatan setiap hari? Makan siang tepat  pukul 12:00? Cari tahu kebiasaan mereka dan jangan mencoba untuk mengubah rutinitas mereka. Sekali lagi, ini menunjukkan keluarganya (terutama ibunya) bahwa Anda ingin berbaur, bukan mengambil alih.

9. Melibatkan mereka dalam percakapan

Jangan takut untuk berbagi info tentang  Anda seperti pekerjaan, sekolah, atau hobi. Tapi Anda harus menanyakan tentang diri sang camer. Hobi mereka, kesibukan mereka dan sebagainya. " Percakapan seperti Ini menunjukan Anda menghormati keluarga mereka dan ingin mengenal mereka."ujar Karen Sherman.

10. Ucapkan terima kasih
Jangan lupa menyampaikan terima kasih Anda langsung saat pamit. Bukan hanya kata-kata terima kasih titik, tapi sesuatu yang lebih jujur tentang kunjungan Anda contoh, "Terima kasih makan siangnya, rendangnya enak sekali." Atau "Terima kasih, senang sekali mengobrol sama tante. Tante ternyata lucu dan suka becanda." (*)
Editor: tea
Sumber: Tribunnews

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas