Sabtu, 31 Januari 2015

Festivalist Meneriakkan Kesetaraan

Minggu, 9 September 2012 17:34 WIB

Festivalist Meneriakkan Kesetaraan
DOK
Festivalist

Keliaran, sound yang kasar, lirik yang menusuk, hingga attitude yang mereka keluarkan baik di atas panggung, maupun di baliknya, sudah menjadi tanggung jawab sejatinya sebuah kelompok musik yang menjadikan rock sebagai tunggangannya.

Sang frontman, Farid Stevy Asta tak perlu diragui bagaimana cara ia membius penontonnya ketika melantunkan lirik-lirik yang ditulisnya, dengan gaya yang puitik.

Lirik-lirik tersebut bercerita tentang rutinitas sehari-hari, kehidupan, hingga kematian manusia. Lagu-lagu seperti `Maha Oke', `Menangisi Akhir Pekan', `Monster Karaoke', `Mati Muda', hingga `Hari Terakhir Peradaban' sudah dihafal luar kepala oleh ribuan pendengarnya yang juga mereka sebut dengan Festivalist.

Festivalist merupakan kelanjutan dari sebuah band bernama Jenny yang dibentuk 2003 lalu di kampus  seni rupa ISI Yogyakarta. Kini formasi mereka adalah Roby Setiawan (gitar), Human Movid Arifin (bass), Danish Wisnu Nugraha (drum) dan Farid Stevy Asta (vokal), mereka juga dibantu Rio Faridino (Keyboard).

Di bawah nama Jenny, mereka telah menelurkan album bertitel `Manifesto' (2009) yang di produksi secara independen. Bagaimana kelanjutan cerita dari band yang kian meroket ini, beberapa waktu lalu Music Zone, Tribun Jogja (TJ) mengunjungi Farid Stevy Asta dan Roby Setiawan di Libstud, studio mereka di Selatan Kota Yogyakarta.

Berbeda dengan keliarannya di atas panggung, Farid dan Roby adalah sosok yang ramah, hangat, dan penuh candaan. Keseriusannya terhadap apa yang dikerjakannya, terlihat lewat sorot matanya saat menjelaskan beberapa project-nya, baik bersama Festivalist maupun kesibukan pribadi.

TJ: Bagaimana Kelanjutan full album Festivalist, rumornya kan mau dirilis dalam waktu dekat ini?

Halaman12
Penulis: rap
Editor: iwe
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas