• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 20 September 2014
Tribun Jogja
Home » Jawa

Beredar Foto Selingkuh Calon Bupati Cilacap

Sabtu, 8 September 2012 07:13 WIB
Laporan Reporter Tribun Jogja, Susilo Wahid

TRIBUNJOGJA.COM, CILACAP -
Petugas Panwaslu Kabupaten Cilacap mendapati sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab jelang Pemilukada calon bupati dan wakil bupati Cilacap yang akan digelar pada Minggu (9/9) besok.

Pada hari tenang yang seharusnya tidak ada suatu bentuk kampanye oleh salah satu calon, petugas justru menemukan beberapa paket yang dicurigai disebar oleh salah satu pasangan bupati-wakil bupati yang ditengarai untuk kepentingan kampanye.

Dalam paket tersebut, terdapat beberapa bahan makanan seperti mie instan, kecap dan kopi yang dibungkus dalam tas plastik warna hitam. Di dalam plastik tersebut juga terdapat foto salah satu calon pasangan bupati-wakil bupati Cilacap.

Ketua Panwaslu Kabupaten Cilacap, Sani Ariyanto ketika ditemui di kantornya, Jumat (7/9) membenarkan hal tersebut.

"Selama hari tenang ini, kami mendapati laporan dari salah satu petugas panwaslu kecamatan tentang penemuan pmmaket berisi bahan makanan dan foto salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati, paket tersebut telah kita amankan di kantor Panwaslu Cilacap," kata Sani.

Menurut Sani, paket tersebut ditemukan di daerah Kecamatan Nusawungu, Cilacap. Mengenai jumlah keseluruhan paket, pihak panwaslu belum dapat memastikannya karena masih dalam proses penyelidikan petugas.

"Sementara kita baru menyita satu paket dari salah satu warga, kita akan melakukan penyidikan terkait paket-paket lainnya yang belum ditemukan," tambah Sani.

Selain penemuan paket tersebut, pihak Panwaslu juga mendapati selebaran sebagai bentuk propaganda (Black Campaign) yang dilakukan oleh salah satu pendukung calon bupati-wakil bupati Cilacap.

Dalam selebaran berukuran sekitar 10 x 15 sentimeter tersebut, terdapat foto salah satu calon bupati, Tatto Ahmad Pamuji bersama seorang perempuan yang belum diketahui identitasnya. Di bagian atas foto, terdapat tulisan berbahasa jawa. Jika diartikan, tulisan tersebut berisi kabar bahwa Tatto berselingkuh dengan perempuan dalam foto tersebut.

Sani menjelaskan, selebaran tersebut ditemukan hampir merata di seluruh Kabupaten Cilacap. Jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan lembar.

"Kita baru melakukan penyitaan sebanyak satu bendel selebaran berukuran besar, selebaran-selebaran tersebut dibungkus dalam plastik besar berwarna hitam," tutur Sani.

Terkait tindak pelanggaran tersebut, pihak Panwaslu berhasil menangkap seseorang yang diduga melakukan penyebaran selebaran di daerah Terminal Karangpucung, Cilacap.

Orang tersebut diketahui bernama Ikrom, warga Karangpucung, Cilacap. Petugas Panwaslu Kecamatan Karangpucung tengah melakukan klarifikasi terhadap orang yang diduga menjadi pelaku penyebaran selebaran tersebut.

Lebih jauh Sani menghimbau kepada masing-masing pasangan calon bupati dan wakil bupati agar mematuhi peraturan yang ada. Dalam artian, mereka dilarang melakukan tindak propaganda sebagai bentuk penghinaan terhadap pasangan calon lainnya.

"Jika terbukti ada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran tata tertib, maka yang bersangkutan akan dikenai sangsi tindak pidana sesuai undang-undang yang berlaku," kata Sani.

Dalam Pilkada calon bupati dan wakil bupati Cilacap tahun ini, terdapat dua pasang calon, yaitu pasangan Tatto Ahmad Pamuji-Akhmad Edi Susanto dan pasangan Novita Wijayanti-Mochamad Muslich.

Sebelum pelaksanaan Pilkada, masing-masing calon tersebut telah melalui beberapa tahapan Pilkada, yaitu proses pendaftaran, verifikasi, kampanye, debat antar pasangan calon hingga melalui hari tenang.

Ketua KPU Cilacap, Warsid telah menghimbau kepada masing-masing calon bupati untuk mematuhi peraturan selama hari tenang berlangsung. Selama hari tenang tersebut, masing-masing pasangan calon bupati dilarang melakukan tindak kampanye. Petugas akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi.

"Selama hari tenang tersebut, kami juga bekerjasama dengan pihak Panwaslu, kepolisian dan Satpol PP Kabupaten Cilacap untuk menertibkan atribut-atribun calon pasangan bupati yang menjurus pada tindakan kampanye," tutur Warsid. (sus)
Penulis: sus
Editor: tea
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
53078 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas