Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Jogja
Home » Ekbis » Market

Motor Matik Bekas Paling Laku

Rabu, 29 Agustus 2012 07:00 WIB

Motor Matik Bekas Paling Laku
HENDRA KRISDIANTO
Yamaha Mio yang selama ini menjadi andalan Yamaha.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA
– Bisnis pembiayaan sepeda motor bekas tampaknya tidak mau kalah dengan kredit di motor baru. Sejumlah pelaku binis motor seken mengaku mampu mempertahakan kenaikan penjulan meski Lebaran telah usai.

Manager Dealer Motor Bekas Oke (Mokase) wilayah Yogyakarta Utara, Abu Hasan mengatakan libur lebaran yang lebih panjang dibandingkan tahun lalu, membuat pemasaran motor lebih optimal.  Dari 11 cabang Mokase hampir semuanya mencapai target penjualan yang ditetapkan 30 unit.

“Bulan Agustus ini kami berhasil membukukan kenaikan penjulan hingga 50 persen dibandingkan bulan Juli. Ini masih belum berakhir karena tak lama lagi disejumlah wilayah di Jawa Tengah masuk panen tembakau,” jelasnya, Selasa (28/8).

Permintaan motor bekas saat ini, lanjutnya didominasi jenis motor matik, diikuti motor bebek dan sport. Mokase hanya menjual motor dari empat pabrikan Jepang yakni Honda Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.

“Lebih dari 50 persen permintaan adalah matik keluaran Honda selanjutnya adalah motor-motor besutan Yamaha dan jenis motor lainnya,” tutur Abu Hasan.

Untuk uang muka, pihaknya mensyaratkan 20 – 25 persen dari harga, mengikuti kebijakan down payment (DP). Dealer mokase juga hanya menjual motor bekas maksimal lima tahun dari tahun sekarang dengan harga Rp 6 juta – Rp 14 juta.

Kenaikan permintaan motor bekas juga diakui leasing yang mampu menyalurkan pembiayaan yang lebih besar dari periode sebelumnya. Bahkan mereka optimistis, ramainya pembiayaan motor bekas bakal bertahan hingga akhir tahun.

Branch Manager PT FIF Yogyakarta, Vincent L Siringoringo mengungkapkan pasar sepeda motor bekas selama Lebaran di DIY mengalami kenaikan 10 persen dibandingkan bulan sebelumnya karena harganya lebih terjangkau ketimbang motor baru.

"Biasanya sekitar 260 unit per bulan pembiayaan sepeda motor bekas tapi selama lebaran lalu naik hingga 10 persen. Kenaikan mulai terasa sejak bulan Juli lalu,” ujarnya.
Elfri menjelaskan FIF menyediakan sepeda motor bekas dengan batasan tahun mulai 2008 – 2012. Peminat sepeda motor bekas ini di DIY di dominasi masyarakat Kabupaten Gunung Kidul yang memang banyak terdapat dealer motor bekas.(vim)
Penulis: vim
Editor: tea

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas