TribunJogja/
Home »

Jawa

Lebaran 2012

Duh..Kain Sarung Candi Borobudur Nyaris Kurang

Banyaknya wisatawan yang datang, tak pelak bikin petugas pembagi sarung di pintu masuk candi kewalahan.

Duh..Kain Sarung Candi Borobudur Nyaris Kurang
TRIBUNJOGJA.COM/SINGGIH WAHYU NUGRAHA
Petugas membantu pengunjung Candi Borobudur mengenakan kain sarung sebelum masuk kompleks
Laporan Reporter Tribun Jogja, Singgih Wahyu Nugraha

TRIBUNJOGJA.COM,
MAGELANG
– Candi Borobudur dipadati puluhan ribu wisatawan pada H+2 libur perayaan Idul Fitri tahun ini. Dalam waktu setengah hari saja, Selasa (21/8/2012), tercatat oleh kantor Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) sebanyak 12.253 pengunjung membanjiri obyek wisata tersebut. Jumlah itu didominasi oleh wisatawan nusantara dari berbagai daerah di nusantara, sementara wisatawan asing hanya beberapa ratus saja.

Sehari sebelumnya, tercatat sebanyak 25.179 wisatawan memanfaatkan liburan ke Borobudur. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat mengingat libur lebaran masih akan berlangsung beberapa hari lagi.

Banyaknya wisatawan yang datang, tak pelak bikin petugas pembagi sarung di pintu masuk candi kewalahan. Pasalnya, sarung batik yang tersedia jumlahnya tak mencukupi. Akibatnya, petugas terpaksa membiarkan pengunjung naik ke areal utama candi tanpa mengenakan sarung. Seperti diketahui, setiap pengunjung yang hendak naik ke Candi Borobudur diwajibkan memakai sarung batik yang dipinjamkan secara gratis tersebut.

“Ya mau gimana lagi mas, pengunjungnya banyak banget sementara sarung yang tersedia ngga cukup. Ada beberapa pengunjung yang lolos tidak pakai sarung karena di sini sudah habis sementara belum banyak pengunjung yang turun dari atas (candi),” ujar Rohman, petugas pembagi sarung di pintu masuk candi.

Karena belum banyak pengunjung yang turun, lanjutnya, petugas pengumpul sarung di pintu keluar pun belum bisa menyetorkan sarung lagi kepadanya. Pengunjung yang terus berdatangan akhirnya tak bisa memakai sarung karena dirinya belum mendapat pasokan sarung dari pos pengumpul.

Namun begitu, meski jumlahnya sudah ditambah, ternyata belum juga mampu mengimbangi jumlah pengunjung yang membludak. Banyak wisatawan kemarin harus kecele karena tak kebagian sarung. Petugas pembagi sarung pun terpaksa membiarkan mereka naik candi tanpa mengenakan sarung.

Sebelumnya, Kepala Unit TWCB, Bambang Irianto, mengatakan bahwa pihaknya menambah jumlah sarung batik dalam menghadapi musim libur lebaran.

“Kami tambahkan 5 ribu sarung batik lagi untuk pengunjung dari sebelumnya persediaan hanya 10 ribu,” ujarnya.(*)

Penulis: ing
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help