• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jogja

Jokowi Ibaratkan Koalisi Pendukung Foke Adalah Gajah

Sabtu, 11 Agustus 2012 20:07 WIB
Jokowi Ibaratkan Koalisi Pendukung Foke Adalah Gajah
TRIBUN JAKARTA/FX Ismanto
Naik kereta api KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju Kampus Universitas Indonesia, Depok, Senin (2/4)
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merasa dikeroyok parpol pendukung Foke-Nara.

"Karena itu saya minta, semua relawan, koalisi rakyat memompa lagi semangatnya. Kalau tidak, kita akan kalah karena melawan gajah, dikeroyok koalisi parpol yang semuanya di sana (mendukung Foke-Nara)," kata Jokowi di Jokowi Centre, Jl Ki Mangun Sarkoro, Menteng, Sabtu (11/8/2012).

"Tapi bersama koalisi rakyat, warga Jakarta, saya yakin, koalisi rakyat akan menang. Untuk itu, saya minta dukungan masyarakat Jakarta, termasuk asal Kepulauan Nias agar berbondong-bondong pada pencoblosan 20 September mendatang," kata Jokowi yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama, pada Pilgub DKI Jakarta.

Pria yang masih menjabat Wali Kota Surakarta ini, mengajak agar suara tersisa sekitar 33 persen yang diperebutkan bisa diraih. Suara itu adalah di luar raihan Joko-Ahok pada putaran pertama 43 persen, dan raihan Foke-Nara 34 persen. Suara itu adalah pemilih yang mencoblos Hidayat Nurwahid - Didiek, Faisal Basri - Biem Benyamin, Alex Noerdin - Nono, Hendardji - Riza.

"Jadi kalau koalisi rakyat bersatu, kita bisa menang lebih besar, supaya koalisi rakyat mengalahkan koalisi partai politik," kata Jokowi, yang masuk nominee 25 Wali Kota terbaik se-dunia.

Jokowi-Ahok sendiri hanya diusung dua partai yaitu PDI Perjuangan dan Gerindra.

Pada acara pertemuan Komunitas Masyarakat Kepulauan Nias di DKI Jakarta, Jokowi mendapat cendera mata diserahkan yang oleh Jason Lasse, pemuka masyarakat Nias dan mantan Dirjen Bimmas Kristen Protestan Kementerian Agaman.

Cendera mata ini berupa ukiran kayu yang melingkar di leher. Cendera mata ini sering dijadikan sebagai simbol untuk mendapatkan kekuasaan.

Hadir pula pemuka warga Jakarta asal Kepulauan Nias (Sumatera Utara) Firman Jaya Daely, dan Faahakhododo Maruhawa. (*)
Editor: iwe
Sumber: Tribunnews
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
50669 articles 38 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas